BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Amerika & Afrika

Ekspor Indonesia ke AS Meningkat Signifikan, Kerja Sama Internasional Memperkokoh Posisi Sawit

23 Februari 2026|Ekspor Indonesia ke AS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Ekspor Indonesia ke AS Meningkat Signifikan, Kerja Sama Internasional Memperkokoh Posisi Sawit

Prabowo memberikan pidato mengenai pentingnya industri kelapa sawit untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Indonesia mencatat surplus perdagangan yang meningkat dengan Amerika Serikat, sementara kerja sama dengan negara-negara lain, termasuk Yordania dan Malaysia, semakin diperkuat.

Indonesia mencatat peningkatan signifikan dalam nilai ekspor ke Amerika Serikat (AS) sejak 2015, dengan surplus perdagangan mencapai US$ 4,32 miliar pada triwulan pertama 2025. Hal ini diungkapkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat bahwa komoditas nonmigas, termasuk produk kelapa sawit, menjadi penyumbang utama dalam pertumbuhan ini. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan bahwa surplus perdagangan ini lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai US$ 3,61 miliar.

Peningkatan ekspor ke AS ini sejalan dengan kesepakatan kerja sama yang dijalin Presiden Indonesia Prabowo Subianto dengan Raja Yordania Abdullah II. Dalam kunjungan ke Yordania, Prabowo menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang membuka peluang bagi Yordania untuk mengimpor minyak sawit mentah (CPO) dalam skala besar. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa Yordania menunjukkan ketertarikan kuat untuk meningkatkan pasokan CPO dari Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama minyak sawit di dunia.

Di tengah tren positif ini, Indonesia juga terus berupaya mempercepat perundingan dengan Uni Eropa mengenai Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA). Pertemuan yang berlangsung pada 16 April antara delegasi Uni Eropa dan Kementerian Perdagangan Indonesia menunjukkan keseriusan kedua belah pihak untuk menyelesaikan kesepakatan ini. Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan bahwa penyelesaian CEPA tidak hanya penting untuk neraca perdagangan, tetapi juga untuk mendorong investasi dan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Sementara itu, di tingkat regional, Malaysia juga berupaya untuk menyesuaikan kebijakan terkait tarif impor yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump. Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Ahmad Zahid Hamidi, menyatakan perlunya diskusi antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand sebagai penghasil kelapa sawit untuk menghadapi tantangan ini. Pertemuan antara PM Malaysia, Anwar Ibrahim, dan Presiden Prabowo juga membahas strategi untuk menjaga daya saing produk sawit di pasar global.

Dalam konteks yang lebih luas, pertemuan antara Wakil PM Malaysia dan Wakil Presiden Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, menyoroti pentingnya kerja sama di berbagai sektor, termasuk produksi halal yang berpotensi besar. Pasar halal global yang mencapai nilai USD 1,3 triliun menjadi salah satu fokus diskusi, dengan harapan pemanfaatan sertifikasi halal dapat difasilitasi antara kedua negara untuk memperkuat posisi Indonesia dan Malaysia di pasar internasional.

Secara keseluruhan, peningkatan ekspor Indonesia ke AS, kerja sama dengan Yordania, serta upaya memperkuat perundingan dengan Uni Eropa dan Malaysia menunjukkan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memperluas jaringan perdagangan dan meningkatkan daya saing produk unggulannya, termasuk kelapa sawit. Meskipun tantangan dari tarif impor dan fluktuasi pasar tetap ada, langkah-langkah strategis yang diambil diharapkan dapat mempertahankan tren positif dalam neraca perdagangan Indonesia.

Sumber:

  • Tren Ekspor RI ke AS Tumbuh Pesat Sejak 2015, Ini Barang Penyumbangnya โ€” CNBC (2025-04-21)
  • BPS Catat Ekspor RI ke AS Naik, Ini Daftar Barangnya โ€” Detik (2025-04-21)
  • Mentan Amran: Yordania Siap Impor CPO Indonesia dalam Skala Besar โ€” Hai Sawit (2025-04-21)
  • Di Balik Meja Perundingan, Indonesia dan Uni Eropa Sepakat Percepat Perjanjian Perdagangan CEPA โ€” Info Sawit (2025-04-21)
  • Video Perang Tarif Memanas, Neraca Dagang RI Diproyeksi Masih Surplus โ€” CNBC (2025-04-21)
  • Terdampak Tarif Trump, Malaysia Mau Bahas Sawit dengan RI dan Thailand โ€” Kumparan (2025-04-21)
  • Gibran Bahas Sawit-Pekerja Migran Saat Jamu Wakil PM Malaysia di Istana Wapres โ€” Kompas (2025-04-21)
  • Isu Halal hingga Tenaga Kerja jadi Bahasan Wakil PM Malaysia dan Wapres Gibran โ€” MetroTV (2025-04-21)