Fluktuasi Harga Komoditas: CPO Turun, Sementara Nikel Naik

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga komoditas kelapa sawit mengalami penurunan yang signifikan di awal tahun 2025, sementara harga nikel menunjukkan tren positif.
Harga komoditas kelapa sawit, khususnya minyak sawit mentah (CPO), menunjukkan tren penurunan yang signifikan di awal tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, harga referensi CPO untuk periode Februari 2025 tercatat sebesar USD 955,44 per metrik ton, turun USD 104,10 atau 9,82 persen dari bulan sebelumnya. Penurunan ini juga berdampak pada besaran Bea Keluar dan Pungutan Ekspor yang dikenakan terhadap ekspor CPO. Bea Keluar untuk CPO Februari ditetapkan sebesar USD 124 per metrik ton, sementara Pungutan Ekspor mencapai 7,5 persen dari harga referensi.
Proses tender yang dilakukan oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada tanggal 5 dan 6 Februari 2025 menunjukkan fluktuasi harga CPO yang cukup signifikan. Pada tender tanggal 5 Februari, harga CPO meningkat sebesar Rp 142 per kilogram dibandingkan hari sebelumnya. Meskipun mengalami kenaikan, hasil tender ini masih menunjukkan selisih yang lebih rendah jika dibandingkan dengan tender sebelumnya, di mana harga CPKO tercatat anjlok dengan penurunan mencapai Rp 377 per kilogram. Kenaikan harga ini memberikan harapan bagi para petani dan pemangku kepentingan industri perkebunan, meskipun kondisi pasar secara keseluruhan masih mengalami ketidakpastian.
Sementara itu, harga minyak mentah global juga mengalami penurunan, dengan minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate mencatatkan penurunan masing-masing sebesar 2,09 persen dan 2,3 persen. Hal ini menunjukkan adanya tekanan dalam pasar energi yang dapat mempengaruhi harga komoditas lainnya, termasuk CPO. Di sisi lain, harga nikel menunjukkan tren positif dengan peningkatan sebesar 1,40 persen, mencapai USD 15.555 per ton. Kenaikan harga nikel ini menjadi sinyal baik bagi industri yang bergantung pada logam tersebut, terutama dalam produksi baterai dan teknologi hijau.
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama (1 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga Sawit Jambi Mencapai Rp3.669 per Kg di Pabrik (30 Maret 2026)
Dengan kondisi pasar yang fluktuatif, penting bagi pemangku kepentingan industri kelapa sawit untuk menjaga daya saing dan beradaptasi terhadap perubahan harga yang cepat. Para petani dan pelaku industri diharapkan dapat memanfaatkan momen kenaikan harga CPO, meskipun tetap waspada terhadap potensi penurunan yang mungkin terjadi di masa mendatang.
Sumber:
- Harga Komoditas: Minyak Mentah Turun 2,3 Persen, Nikel Naik 1,40 Persen โ Kumparan (2025-02-06)
- Ini Hasil Akhir Tender Harga CPKO di PT KPBN Periode 5 Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-02-06)
- Harga CPO Februari 2025 Turun Hampir 10 Persen, Apa Penyebabnya โ Hai Sawit (2025-02-06)
- Usai Naik Rp 142, Kini Naik Rp 115 Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 6 Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-02-06)