Harga Referensi CPO April 2026 Naik 5,41% Dipicu Permintaan Global

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.
Harga referensi CPO untuk April 2026 ditetapkan naik 5,41% menjadi 989,63 USD per MT, terpengaruh oleh permintaan global dan ketegangan geopolitik.
(2026/04/01) Harga referensi komoditas minyak kelapa sawit (CPO) untuk periode 1-30 April 2026 mengalami kenaikan signifikan menjadi 989,63 dolar AS per metric ton (MT). Kenaikan ini sebesar 50,76 dolar AS atau 5,41% dibandingkan periode sebelumnya, dan disebabkan oleh peningkatan permintaan global yang tidak diimbangi dengan pasokan yang cukup.
Peningkatan harga CPO ini menjadi penting bagi industri sawit Indonesia, mengingat negara ini merupakan salah satu produsen utama CPO di dunia. Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Tommy Andana, kenaikan harga ini juga dipicu oleh situasi geopolitik yang memengaruhi harga minyak mentah global. Hal ini menunjukkan bahwa faktor eksternal dapat berkontribusi terhadap dinamika harga CPO di dalam negeri.
Selain itu, laporan terbaru memperkirakan bahwa harga CPO global akan terus naik pada kuartal kedua tahun 2026. Ketegangan di Timur Tengah diperkirakan akan berdampak pada pasokan minyak, yang pada gilirannya dapat meningkatkan permintaan terhadap CPO sebagai alternatif. Dengan permintaan yang terus meningkat, namun disertai penurunan produksi, kondisi ini menciptakan tekanan lebih lanjut terhadap harga.
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat (1 April 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
Di tingkat domestik, harga kelapa sawit di Provinsi Sumatera Utara juga mengalami kenaikan. Berdasarkan data Dinas Perkebunan Sumut, harga kelapa sawit untuk hasil kebun mitra plasma tercatat Rp4.065,95 per kilogram, meningkat Rp223,82 dibandingkan minggu sebelumnya. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh lonjakan harga CPO yang sedang tinggi, yang saat ini mencapai Rp15.905,17 per kilogram.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa jika tren permintaan dan harga ini terus berlanjut, industri sawit Indonesia mungkin akan mengalami dampak positif dalam jangka pendek. Hal ini dapat menjadi dorongan bagi petani dan pelaku usaha di sektor sawit untuk meningkatkan produksi dan kualitas produk. Namun, ketidakpastian geopolitik tetap menjadi faktor risiko yang perlu diwaspadai.
Dengan perkembangan ini, petani dan pelaku industri harus mempersiapkan diri untuk dinamika pasar yang mungkin terjadi. Seperti yang diungkapkan Gus Dalhari Harahap, Ketua Apkasindo Sumut, βKenaikan harga ini memberikan harapan bagi petani, namun kita juga harus waspada terhadap fluktuasi yang bisa terjadi akibat faktor eksternal.β
Sumber: