Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000

Gambar menunjukkan pengiriman CPO, mengindikasikan potensi dampak tarif dan pungutan ekspor kelapa sawit Indonesia.
Harga CPO mencapai MYR 4.828 per ton, sementara harga TBS di Riau tembus Rp3.967 per kilogram, menandakan tren positif di industri sawit.
(2026/03/31) Indonesia menyaksikan lonjakan harga minyak kelapa sawit (CPO) yang mencapai level tertinggi dalam 15 bulan terakhir, dengan harga menyentuh MYR 4.828 per ton. Kenaikan ini mengikuti peningkatan harga minyak kedelai dan minyak mentah global serta pertumbuhan ekspor Malaysia yang positif.
Kenaikan harga CPO ini menjadi kabar baik bagi pelaku industri sawit, terutama menjelang awal bulan April. Sebelumnya, harga CPO ini telah melampaui puncak terakhir yang terjadi pada 17 Desember 2024, menandakan momentum bullish yang signifikan di pasar. Dalam konteks ini, penguatan harga CPO di Bursa Malaysia menunjukkan bahwa permintaan global terhadap produk ini masih sangat kuat, bahkan di tengah tantangan ekonomi yang ada.
Selain itu, di tingkat domestik, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit mitra swadaya di Provinsi Riau juga mengalami kenaikan signifikan. Pada 31 Maret 2026, dalam rapat penetapan harga yang dipimpin oleh Dr. Defris Hatmaja dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS untuk umur tanaman 9 tahun ditetapkan mencapai Rp3.967 per kilogram, naik 3,26 persen dari periode sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa sektor perkebunan sawit di Riau tetap menunjukkan daya saing yang tinggi.
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
- Harga Sawit di Sumut dan Aceh Naik, CPO Referensi April 2026 Meningkat (1 April 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama (1 April 2026)
- Harga CPO KPBN Menguat di Tengah Ketidakpastian Global pada April 2026 (2 April 2026)
Kenaikan harga TBS ini mengikuti ketentuan Peraturan Menteri Pertanian yang berlaku dan merupakan hasil dari kesepakatan tim penetapan harga. Hal ini berpotensi memberikan dampak positif bagi petani sawit di Riau, yang dapat menikmati hasil yang lebih baik dari usaha mereka. Dengan harga yang hampir menyentuh Rp4.000, petani diharapkan dapat lebih berinvestasi dalam pemeliharaan tanaman dan meningkatkan produktivitas mereka.
Proyeksi ke depan, jika tren ini berlanjut, dapat dipastikan bahwa industri sawit Indonesia akan semakin kompetitif di pasar global. Kenaikan harga CPO dan TBS memberi sinyal positif tentang kesehatan industri, di mana pelaku usaha dapat meraih keuntungan lebih besar, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mempertahankan keberlanjutan sektor ini. Sebagaimana diungkapkan oleh salah satu pengamat ekonomi, “Kenaikan harga ini memberikan harapan baru bagi petani sawit untuk terus berproduksi dengan baik dan berkelanjutan.”
Sumber: