Fluktuasi Harga TBS dan CPO: Tantangan Bagi Petani Sawit di Indonesia

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan signifikan, memicu kekhawatiran di kalangan petani dan pemerintah daerah.
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan, terutama pasca Idulfitri, menciptakan tantangan bagi petani dan memicu respons dari pemerintah daerah. Di Bengkulu, Wakil Gubernur Mian melakukan inspeksi mendadak ke pabrik kelapa sawit untuk memastikan stabilitas harga, setelah harga TBS turun sekitar Rp300 menjadi sekitar Rp3.000 per kilogram.
Di Riau, penetapan harga TBS untuk periode 16-22 April 2025 menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Dinas Perkebunan Provinsi Riau menyatakan bahwa harga TBS kini ditetapkan sebesar Rp3.624,76 per kilogram, mengalami penurunan sebesar Rp117,17 atau 3,13% dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga penjualan minyak sawit mentah (CPO) yang juga mengalami penurunan. Hasil rapat penetapan harga TBS di Riau menggunakan tabel rendemen terbaru dari PPKS Medan sebagai acuan.
Selain itu, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) juga mengalami penurunan menjadi Rp14.177 per kilogram, turun 0,45% dari harga sebelumnya. Penurunan harga ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar akibat jeda 90 hari tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump, yang dapat berpotensi mempengaruhi permintaan global terhadap komoditas sawit.
- Harga CPO Naik Menjadi Rp16.050 per Kg, Proyeksi Kenaikan Berlanjut (31 Maret 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Terkoreksi Tipis, CPO Turun ke Rp14.999 (29 Maret 2026)
- Kinerja CPO Positif 2026, Petani Minta Cangkang Dihitung dalam Harga (29 Maret 2026)
Di sisi lain, situasi yang tidak jauh berbeda juga terjadi di Sulawesi Selatan, di mana harga TBS ditetapkan sebesar Rp2.300 per kilogram, menjadikannya yang terendah di Indonesia. Penetapan harga tersebut menuai kritik dari Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) yang menyayangkan keputusan pemerintah provinsi yang lebih memilih rapat virtual dibandingkan tatap muka, sehingga mengabaikan transparansi dan partisipasi petani dalam proses penetapan harga.
Anggota Komisi VII DPR, Erna Sari Dewi, menekankan pentingnya pengawasan dari pemerintah daerah terhadap penetapan dan distribusi harga TBS. Menurutnya, pengawasan yang ketat diperlukan untuk menghindari ketimpangan ekonomi yang dapat merugikan petani. Fluktuasi harga yang tidak menentu telah menyebabkan banyak petani kehilangan kepercayaan terhadap kebijakan yang mengatur komoditas sawit, dan pemerintah diharapkan dapat hadir untuk memastikan keadilan di lapangan.
Dengan kondisi pasar yang dipenuhi ketidakpastian ini, petani kelapa sawit di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks. Penurunan harga TBS dan CPO tidak hanya berdampak pada pendapatan petani, tetapi juga berpotensi mengganggu keberlangsungan usaha mereka di tengah fluktuasi permintaan global yang dipengaruhi oleh kebijakan luar negeri.
Sumber:
- Harga TBS Turun Usai Lebaran, Wagub Bengkulu Mian Lakukan Sidak ke PKS โ Hai Sawit (2025-04-15)
- Riau Umumkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Terbaru Periode 16-22 April 2025 โ Media Center Riau (2025-04-15)
- Harga CPO Turun, Kelapa Sawit Mitra Plasma di Riau Dihargai Rp3.624 per Kg โ Media Center Riau (2025-04-15)
- Harga CPO Merosot, Investor Khawatir Dampak Jeda 90 Hari Tarif Trump โ Kumparan (2025-04-15)
- Harga CPO KPBN Inacom Kembali Turun pada Selasa (15 per 4), Demikian Juga di Bursa Malaysia โ Info Sawit (2025-04-15)
- Harga TBS Sulsel Terbawah se-Indonesia Rp2.300 per kg, Penetapan Dilakukan Melalui Zoom โ Sawit Indonesia (2025-04-15)
- Anggota Komisi VII DPR Mendorong Pemda Lakukan Pengawasan Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit โ Sawit Indonesia (2025-04-15)
- Harga Sawit Riau Turun Menjadi Rp3.624,76 per Kg โ Bisnis Indonesia (2025-04-15)