BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO dan TBS Sawit Terus Menurun di Tengah Kenaikan Laba Perusahaan

23 Februari 2026|Penurunan Harga CPO dan TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO dan TBS Sawit Terus Menurun di Tengah Kenaikan Laba Perusahaan

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Kondisi pasar kelapa sawit Indonesia menunjukkan penurunan harga CPO dan TBS, sementara sejumlah perusahaan meraih laba berkat kenaikan harga produk turunan.

Harga minyak sawit mentah (CPO) dan tandan buah segar (TBS) di Indonesia mengalami penurunan signifikan sejak awal bulan ini. Data dari PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom menunjukkan bahwa harga CPO pada 7 Mei 2025 tercatat Rp13.130 per kilogram, turun 1,40% dibandingkan hari sebelumnya. Penurunan ini juga tercermin di Bursa Malaysia, di mana harga CPO terus merosot selama tujuh hari berturut-turut, dipicu oleh kekhawatiran akan peningkatan produksi dan lemahnya permintaan dari negara-negara konsumen utama.

Dalam konteks yang sama, harga TBS sawit di Provinsi Sumatra Utara juga mengalami penurunan yang signifikan, mencapai Rp3.376,04 per kilogram. Penurunan ini menjadi yang terendah dalam sebulan terakhir, dengan selisih Rp184,91 per kilogram untuk tanaman berusia 10 hingga 20 tahun. Menurut analis pasar dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumatra Utara, penurunan harga CPO menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi harga TBS saat ini.

Walaupun harga CPO dan TBS mengalami penurunan, beberapa perusahaan di sektor kelapa sawit justru mencatatkan kenaikan laba yang signifikan. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG), misalnya, melaporkan laba bersih sebesar Rp367 miliar pada kuartal pertama 2025, meningkat 60% secara tahunan. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan harga jual rata-rata produk turunan kelapa sawit, yang mengalami pertumbuhan 20% year-on-year, mencapai Rp448 miliar. Direktur Utama DSNG, Andrianto Oetomo, mengungkapkan bahwa perusahaan mampu meraih keuntungan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Sementara itu, harga komoditas lain seperti minyak mentah, batu bara, nikel, dan timah mengalami kenaikan di pasar global. Harga minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate masing-masing naik 3,2% dan 3,4% pada penutupan perdagangan, meskipun harga CPO justru mengalami tekanan. Kenaikan harga energi ini memberi dampak positif bagi beberapa sektor, tetapi tidak cukup untuk mengangkat harga CPO yang terus tertekan.

Secara keseluruhan, situasi ini mencerminkan dinamika yang kompleks dalam industri kelapa sawit Indonesia, di mana harga yang menurun untuk produk utama berkontradiksi dengan peningkatan laba yang dinikmati oleh beberapa perusahaan. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun tantangan di pasar global dan lokal terus ada, terdapat peluang bagi perusahaan-perusahaan yang mampu beradaptasi dan memanfaatkan kondisi pasar dengan baik.

Sumber:

  • Harga CPO KPBN Inacom Masih Lesu Pada Rabu (7 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Menurun โ€” Info Sawit (2025-05-07)
  • Rekening Perusahaan Ini Semakin Gendut Berkat Kenaikan Harga Kelapa Sawit โ€” Media Perkebunan (2025-05-07)
  • Harga Minyak Mentah, Batu Bara, Nikel, Timah Ditutup Naik, CPO Turun โ€” Kumparan (2025-05-07)
  • Terus Anjlok, Harga TBS Sawit Sumut Hari Ini Sentuh Rp3.376 per Kilogram โ€” Bisnis Indonesia (2025-05-07)