BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Amerika & Afrika

Harga CPO Diprediksi Stabil di Atas US$1.042 per Ton di Tengah Gejolak Global

23 Maret 2026|Harga Diproyeksi Bertahan Tinggi,
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Diprediksi Stabil di Atas US$1.042 per Ton di Tengah Gejolak Global

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

Harga CPO diperkirakan akan tetap di atas US$1.042 per ton hingga 2026, didorong oleh ketegangan geopolitik dan harga energi yang tinggi.

(2026/03/23) Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan akan tetap stabil di atas level US$1.042 per ton hingga tahun 2026. Proyeksi ini didukung oleh kenaikan harga energi global dan ketidakpastian geopolitik, terutama di kawasan Timur Tengah, yang berkontribusi pada peningkatan daya saing minyak sawit.

Menurut Malaysian Palm Oil Council (MPOC), harga CPO berpotensi mencapai 4.450 ringgit Malaysia atau sekitar US$1.130 per metrik ton. Kenaikan ini sejalan dengan tingginya harga energi yang membuat minyak sawit lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar alternatif lainnya. Spread menguntungkan antara harga minyak sawit dan gasoil juga menjadi pendorong positif bagi pasar.

Data terbaru menunjukkan bahwa harga CPO mengalami lonjakan, mencapai level tertinggi dalam setahun. Pengusaha sawit di Indonesia dilaporkan merasakan dampak positif dari situasi ini, dengan beberapa pengusaha mengklaim bahwa mereka menikmati keuntungan yang signifikan di tengah ketegangan yang terjadi, seperti konflik yang berkepanjangan di Iran.

Lebih lanjut, Menteri Perdagangan Indonesia menyatakan bahwa harga CPO diprediksi akan menembus angka US$1.125 per ton. Meskipun ada kekhawatiran tentang dampak inflasi terhadap harga barang kebutuhan, pemerintah memastikan bahwa harga minyak goreng di dalam negeri tidak akan ikut terpengaruh oleh kenaikan harga CPO.

Ke depan, proyeksi harga CPO tetap menjanjikan, meskipun para pelaku industri harus terus memantau faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pasar, seperti perubahan kebijakan perdagangan dan dinamika geopolitik. Kenaikan harga energi global tetap menjadi salah satu faktor utama yang mendorong stabilitas harga CPO di pasar internasional.

Dalam situasi ini, penting bagi pelaku industri untuk mempertimbangkan strategi jangka panjang yang tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek. Seperti yang diungkapkan oleh seorang analis industri, "Kita perlu melihat bagaimana dinamika pasar akan berubah seiring dengan perkembangan global, terutama dalam konteks energi dan ketegangan geopolitik yang ada."

Sumber: