Harga CPO Diprediksi Tembus US$1.125 per Ton di 2026

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Harga CPO diperkirakan mencapai US$1.125 per ton, tetapi kenaikan biaya pupuk akan memengaruhi kinerja emiten sawit di paruh kedua tahun ini.
(2026/03/24) Harga crude palm oil (CPO) diprediksi akan mencapai US$1.125 per ton, tetapi kenaikan biaya pupuk dan logistik dapat menekan kinerja emiten sawit pada paruh kedua 2026. MBSB Research memperingatkan bahwa lonjakan biaya tersebut terutama akan dirasakan oleh pelaku usaha hulu yang bergantung pada pupuk dan harga diesel.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga CPO telah melonjak, mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua tahun. Hal ini terjadi di tengah ketidakpastian pasar global dan fluktuasi harga komoditas. Meskipun harga yang tinggi seharusnya menguntungkan bagi industri, tantangan dari biaya operasional yang meningkat dapat mengurangi margin keuntungan.
Menurut analisis terbaru, biaya pupuk, khususnya urea, telah meningkat secara signifikan. Ini berpotensi menggerus profitabilitas bagi perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam produksi kelapa sawit. Selain itu, biaya logistik yang juga mengalami kenaikan, termasuk angkutan dan premi asuransi, semakin memperberat beban para pelaku industri.
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga CPO Diprediksi Naik hingga RM4.600 per Ton di 2026 (5 April 2026)
- Harga TBS Sawit Melorot di Sumut dan Naik di Kalbar Pasca Lebaran (26 Maret 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
Data dari MBSB Research menunjukkan bahwa tekanan biaya akan mulai terasa pada semester kedua tahun ini. Hal ini akan memengaruhi tidak hanya perusahaan hulu, tetapi juga pelaku industri hilir yang sedang berjuang untuk menyesuaikan diri dengan kenaikan biaya angkutan. Sebagai contoh, diperkirakan kinerja emiten sawit akan terpengaruh oleh biaya yang membengkak ini, meskipun harga CPO tetap tinggi.
Proyeksi harga CPO yang mencapai US$1.125 per ton menciptakan harapan bagi industri sawit, tetapi perlu dicatat bahwa ini tidak berarti keuntungan yang sama bagi semua pelaku. Konflik geopolitik dan faktor eksternal lainnya juga turut mempengaruhi pasar global, sehingga strategi mitigasi menjadi sangat penting untuk menjaga kinerja yang positif.
Salah satu narasumber menyatakan, "Meskipun kami melihat potensi kenaikan harga CPO, kami juga harus siap menghadapi tantangan yang datang dari biaya operasional yang meningkat. Ini akan menjadi periode yang menantang bagi industri sawit." Dengan situasi yang terus berubah, industri sawit dituntut untuk beradaptasi dan mencari solusi yang tepat agar tetap kompetitif di pasar global.
Sumber:
- Harga CPO Tinggi, Biaya Pupuk Mengancam Kinerja Emiten Sawit Semester II 2026 β Info Sawit
- Harga CPO Diprediksi Tembus US$1.125 per Ton, Mendag ... β https://ekonomi.bisnis.com/read/20260313/12/1960289/harga-cpo-diprediksi-tembus-us1125-per-ton-mendag-pastikan-harga-minyak-goreng-ri-tak-ikut-naik
- Harga CPO Melonjak, Tertinggi dalam Lebih dari 2 Tahun - Sektor Riil β https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/52748/harga-cpo-melonjak-tertinggi-dalam-lebih-dari-2-tahun
- Menilik Kinerja Emiten CPO di Tengah Fluktuasi Harga Komoditas ... β https://investasi.kontan.co.id/news/menilik-kinerja-emiten-cpo-di-tengah-fluktuasi-harga-komoditas-global