BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO Maret 2026 Ditetapkan USD 938,87, Sektor Sawit Hadapi Tantangan

11 Maret 2026|Harga Referensi CPO Maret 2026
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Maret 2026 Ditetapkan USD 938,87, Sektor Sawit Hadapi Tantangan

Gambar menunjukkan produk minyak goreng kemasan dari industri hilir kelapa sawit di Indonesia.

Kementerian Perdagangan menetapkan harga CPO Maret 2026 sebesar USD 938,87 per ton, sementara harga di pasar domestik mengalami fluktuasi.

(2026/03/11) Kementerian Perdagangan Indonesia secara resmi menetapkan Harga Referensi minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk Maret 2026 sebesar USD 938,87 per metrik ton. Penetapan ini penting bagi industri sawit, terutama dalam menentukan besaran pajak ekspor dan memastikan nilai yang mencerminkan kondisi pasar global.

Penetapan harga CPO ini terjadi di tengah situasi pasar yang dinamis, di mana harga di tingkat domestik juga mengalami fluktuasi. Pada 10 Maret 2026, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat naik menjadi Rp 15.275 per kilogram, naik sekitar 1,09% dari sebelumnya. Harga CPO di Franco Dumai, Teluk Bayur, dan FOB Talang Duku juga menunjukkan kenaikan, meskipun di Bursa Malaysia, harga CPO mengalami penurunan akibat sentimen negatif dari pasar minyak mentah.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, menyatakan bahwa meskipun harga CPO di dalam negeri kini berada di kisaran Rp 15.000 per kilogram, dampak terhadap profitabilitas perusahaan belum sepenuhnya positif. Peningkatan biaya produksi, termasuk harga pupuk dan bahan bakar, dapat mengurangi margin keuntungan. Kenaikan harga CPO ini juga dipicu oleh ketegangan geopolitik, yang dapat mempengaruhi biaya operasional di industri sawit.

Proyeksi harga CPO untuk tahun 2026 juga menunjukkan optimisme, dengan MBSB Research memperkirakan harga rata-rata antara RM4,100 hingga RM4,200 per ton. Faktor pendukung termasuk harga minyak mentah yang stabil dan potensi mandatori biodiesel B50 di Indonesia. Penurunan output musiman pada bulan-bulan pollinasi juga menjadi pertimbangan dalam proyeksi harga ini.

Namun, meskipun ada pertumbuhan kinerja dari emiten-emiten CPO, tantangan tetap ada. Beberapa perusahaan, seperti PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, melaporkan lonjakan laba bersih hingga 102,23% berkat efisiensi operasional, tetapi hal ini tidak menjamin pertumbuhan yang berkelanjutan di tengah fluktuasi harga dan biaya produksi yang meningkat. Sementara itu, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Sumatra Selatan juga mengalami penurunan, mencerminkan dampak langsung dari harga CPO yang melemah.

Secara keseluruhan, meskipun terdapat harapan dari kenaikan harga CPO di pasar global, pelaku industri sawit harus tetap waspada terhadap tantangan yang dapat mempengaruhi profitabilitas dan keberlanjutan bisnis mereka di masa mendatang. Keseimbangan antara harga, biaya produksi, dan kondisi pasar menjadi kunci dalam menghadapi dinamika industri sawit yang semakin kompleks.

Sumber:

  • Intip Perhitungan Harga Referensi CPO Maret 2026 yang Mengacu Bursa Indonesia-Malaysia โ€” Hai Sawit (2026-03-11)
  • Harga CPO KPBN Inacom Melesat Pada Selasa (10 per 3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Melemah โ€” Info Sawit (2026-03-11)
  • Harga CPO Meroket Imbas Perang, GAPKI Sebut Margin Industri Belum Aman โ€” Sawit Indonesia (2026-03-11)
  • CPO Prices Seen Averaging RM4,100-RM4,200 Per Tonne In 2026 โ€” Bernama (2026-03-11)
  • Pesta Laba 6 Emiten CPO Ini Bikin Silau Ada yang Melonjak 100% โ€” CNBC (2026-03-11)
  • Jelang Lebaran Harga TBS Sumsel Menyusut Jadi Rp3.517 per Kg โ€” Bisnis Indonesia (2026-03-11)