BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Biodiesel & BBN

Harga CPO Meningkat Jadi 938,87 Dolar AS di Tengah Lonjakan Harga Energi

24 Maret 2026|Lonjakan Harga Minyak dan Biodiesel
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Meningkat Jadi 938,87 Dolar AS di Tengah Lonjakan Harga Energi

Gambaran minyak kelapa sawit dan minyak nabati lainnya menunjukkan tren harga yang berfluktuasi di pasar global.

Harga CPO meningkat menjadi 938,87 Dolar AS per MT seiring lonjakan harga minyak mentah global, mendorong daya tarik biodiesel di Indonesia.

(2026/03/24) Harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) mengalami kenaikan signifikan menjadi 938,87 Dolar AS per metrik ton pada Maret 2026. Kenaikan ini dipicu oleh lonjakan harga minyak mentah global yang kini menembus angka US$100 per barel, akibat ketegangan geopolitik, khususnya di Timur Tengah.

Peningkatan harga CPO ini menjadi penting bagi industri sawit Indonesia, mengingat negara ini adalah salah satu produsen dan eksportir terbesar di dunia. Dengan kebijakan biodiesel yang terus didorong pemerintah, peningkatan harga CPO diharapkan dapat memperkuat daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar internasional.

Menurut analis, lonjakan harga minyak mentah berpotensi meningkatkan ekonomi biodiesel. Kenaikan harga energi ini menjadikan pencampuran biodiesel dengan solar lebih menarik secara finansial bagi pelaku industri. Hal ini diharapkan akan mempercepat implementasi kebijakan biodiesel B50 di Indonesia, yang merupakan campuran 50% biodiesel dan 50% solar.

Sementara itu, harga referensi CPO untuk Maret 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan harga ini juga didukung oleh pengetatan pasokan CPO akibat cuaca yang tidak menentu serta permintaan yang terus meningkat dari pasar internasional. Dengan kondisi ini, harga CPO berpotensi terus menguat jika tren permintaan global yang tinggi berlanjut.

Dari data yang dihimpun, harga CPO saat ini menunjukkan tren positif, dengan prospek yang lebih cerah seiring dengan kebijakan pemerintah yang mendukung penggunaan energi terbarukan. Namun, pelaku industri juga harus mewaspadai fluktuasi harga minyak mentah yang dapat mempengaruhi harga CPO di masa depan.

Dengan kondisi ini, pelaku industri disarankan untuk memantau perkembangan harga energi global dan kebijakan pemerintah terkait biodiesel. Keberlanjutan dan pertumbuhan industri sawit Indonesia sangat bergantung pada bagaimana industri ini beradaptasi dengan perubahan pasar dan kebijakan yang ada.

Sumber: