BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Harga CPO Naik Stabil di Tengah Permintaan Global yang Kuat

15 Maret 2026|Kenaikan Harga CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga CPO Naik Stabil di Tengah Permintaan Global yang Kuat

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami kenaikan stabil, didorong oleh permintaan yang kuat dari India dan China serta pengaruh harga minyak global.

(2026/03/15) Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penguatan yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir, mencatatkan kenaikan beruntun. Pada perdagangan Jumat (13/3/2026), harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup pada level 4.564 ringgit Malaysia per ton, dengan kenaikan sekitar 4,56% dalam satu pekan dan mencapai 11,22% dalam sebulan terakhir.

Kenaikan harga ini sangat penting bagi industri sawit Indonesia, yang merupakan salah satu produsen terbesar dunia. Permintaan dari negara-negara seperti India dan China tetap kuat, mempengaruhi stabilitas harga global CPO. India, sebagai importir minyak nabati terbesar, diperkirakan akan meningkatkan pembelian, sedangkan China juga menunjukkan minat yang signifikan untuk pasokan CPO.

Data terbaru menunjukkan bahwa harga CPO untuk pengiriman Mei 2026 di Malaysian Derivatives Exchange mengalami lonjakan menjadi 4.678 ringgit Malaysia per ton, naik 2,32% dari akhir pekan lalu. Hal ini mencerminkan dinamika pasokan dan permintaan global yang semakin baik. Analis mencatat bahwa penguatan harga ini juga didorong oleh kenaikan harga minyak mentah yang mempengaruhi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel.

Sementara itu, harga CPO di pasar domestik juga menunjukkan tren positif. PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) menetapkan harga CPO di level Rp 15.890 per kg pada 16 Maret, meningkat Rp 390 per kg atau sekitar 2,52% dibandingkan dengan harga sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan bahwa pasar CPO Indonesia sejalan dengan tren global, meskipun ada tantangan dari peningkatan produksi yang biasanya terjadi di kuartal II.

Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa meskipun ada potensi fluktuasi harga, permintaan dari India dan China diperkirakan akan tetap kuat. Analis memperkirakan bahwa harga CPO akan bergerak dalam rentang stabil, namun tetap terjaga mengingat kebutuhan yang meningkat menjelang Lebaran dan faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik yang mempengaruhi harga komoditas global.

Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sumatra Utara juga menunjukkan dampak dari penguatan harga CPO, dengan harga mencapai Rp 3.776,35 per kg menjelang Lebaran. Analisis menunjukkan bahwa harga TBS mengalami kenaikan karena melonjaknya harga CPO yang kini berada di level Rp 14.901 per liter. Hal ini mengindikasikan bahwa industri sawit domestik akan terus beradaptasi dengan kondisi pasar global yang berfluktuasi.

Secara keseluruhan, tren positif harga CPO dan permintaan dari pasar global menjadi sinyal baik bagi industri sawit Indonesia. Meskipun ada tantangan yang dihadapi, peningkatan permintaan dan penguatan harga dapat memberikan peluang bagi para petani dan pelaku industri di dalam negeri.

Sumber:

  • Harga CPO Naik Dalam 20 Pekan Beruntun โ€” Sawit Indonesia (2026-03-15)
  • Harga CPO Menguat, Ini Proyeksi Analis di Kuartal II-2026 โ€” Kontan (2026-03-15)
  • Harga CPO Berpotensi Fluktuatif, Permintaan India dan China Tetap Kuat โ€” Kontan (2026-03-15)
  • Harga CPO KPBN Inacom Melesat Pada Senin (16 per 3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat โ€” Info Sawit (2026-03-15)
  • Harga CPO Naik 11% Sebulan, Analis Soroti Pengaruh Minyak Mentah dan Produksi โ€” Kontan (2026-03-15)
  • Jelang Lebaran, Harga TBS Sawit Sumut Tembus Rp3.776,35 per Kg โ€” Bisnis Indonesia (2026-03-15)