BeritaSawit.id
πŸ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Harga TBS Petani Sawit Stabil Berkat Dana Ekspor, Sumbar Tertinggi di April 2026

26 April 2026|Aliran Dana Export Levy
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Petani Sawit Stabil Berkat Dana Ekspor, Sumbar Tertinggi di April 2026

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Stabilisasi harga TBS petani sawit di Indonesia didukung oleh dana ekspor, sementara Sumbar mencatatkan harga tertinggi meski mengalami penurunan.

(2026/04/26) Indonesia menyaksikan upaya stabilisasi harga Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit melalui pengelolaan dana pungutan ekspor yang dikelola oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Kebijakan ini bertujuan menjaga keseimbangan pasar domestik dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit di seluruh Indonesia.

Dalam laporan terbaru, BPDPKS menyatakan bahwa pengelolaan dana eksportasi yang efektif telah membantu mempertahankan harga TBS meskipun terdapat tekanan dari pasar global. Implementasi Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 dan Perpres Nomor 66 Tahun 2018 memberikan landasan bagi lembaga ini untuk menghimpun dana dan menyalurkan insentif, khususnya di sektor biodisel. Hal ini berperan penting dalam menjaga stabilitas harga TBS di berbagai daerah.

Menurut beberapa data, meskipun terjadi penurunan harga TBS di beberapa provinsi, harga di wilayah Sumatera Barat tetap mencatatkan angka tertinggi menjelang akhir April 2026. Harga TBS di Sumbar berada di kisaran Rp3.800 hingga menembus Rp4.000 per kilogram, menjadikannya yang tertinggi di antara provinsi lainnya. Ini menunjukkan daya saing yang kuat meski pasar global mengalami koreksi.

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa penurunan harga TBS di beberapa wilayah disebabkan oleh tekanan pada komponen harga di pasar internasional. Namun, petani di Sumatera Barat masih dapat menikmati harga yang cukup kompetitif. Lima provinsi dengan harga TBS tertinggi menunjukkan bahwa meskipun ada fluktuasi, petani di daerah tersebut masih mendapatkan keuntungan yang layak.

Proyeksi harga TBS ke depan akan sangat tergantung pada dinamika pasar global dan kebijakan pemerintah dalam mengelola dana ekspor serta insentif biodisel. BPDPKS diharapkan dapat terus berperan aktif dalam menjaga kestabilan harga, sehingga petani sawit dapat meraih kesejahteraan yang lebih baik.

Dengan situasi ini, penting bagi semua pihak untuk terus memantau perkembangan harga dan kebijakan yang dapat mempengaruhi industri sawit. "Kami berkomitmen untuk menjaga keseimbangan pasar dan mendukung petani sawit melalui berbagai inisiatif, termasuk pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel," ungkap Direktur BPDPKS. Hal ini menggambarkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri untuk mencapai tujuan bersama.

Sumber: