PalmCo Memimpin Pendampingan Peremajaan Sawit Rakyat di Indonesia

Gambar menunjukkan lahan yang sedang diremajakan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk mendukung kebijakan pemerintah.
PTPN IV PalmCo menjadi perusahaan teraktif dalam pendampingan peremajaan sawit rakyat, mencakup 6.672 hektare, menurut BPDP.
(2026/04/04) PTPN IV PalmCo telah diakui sebagai perusahaan paling aktif dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan luas pendampingan mencapai 6.672 hektare, menurut Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Hal ini menunjukkan pentingnya peran perusahaan dalam meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit milik rakyat di Indonesia.
Dalam konteks ini, BPDP menyatakan bahwa pendekatan pendampingan oleh PalmCo telah mengalami perubahan signifikan. Sebelumnya, program PSR lebih banyak berfokus pada aspek pembiayaan, namun sekarang lebih mengedepankan penguatan aspek teknis di lapangan. Dengan strategi ini, diharapkan para petani sawit dapat lebih mandiri dan produktif dalam mengelola kebun mereka.
Dwi Nuswantara, Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, menjelaskan bahwa keberhasilan PalmCo tidak terlepas dari skema kemitraan yang diterapkan dalam PSR. Perusahaan ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih erat dengan petani, sehingga mereka dapat mendapatkan bimbingan teknis yang diperlukan untuk meningkatkan hasil panen.
- Harga TBS Sawit Sumsel Tertinggi Rp4.040 per Kg, Infrastruktur Dipercepat di Kampar (21 April 2026)
- Harga TBS Kelapa Sawit Riau Turun di Bawah Rp 4.000 per Kg (22 April 2026)
- Kekurangan Boron pada Kelapa Sawit dan Dosis Ideal untuk Meningkatkan Produktivitas (3 April 2026)
- Harga TBS Sawit di Riau Naik Menjadi Rp 4.088 per Kg untuk Periode 15-21 April 2026 (14 April 2026)
PalmCo mengungguli perusahaan lain dalam hal luas pendampingan. Setelah PalmCo, perusahaan Sinar Mas mencatat luasan pendampingan sebesar 4.426 hektare, diikuti oleh Asian Agri dengan 3.204 hektare. Data ini menunjukkan bahwa PalmCo telah mengambil peran dominan dalam mendukung petani sawit di Indonesia.
Ke depan, dengan adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan besar seperti PalmCo, diharapkan program peremajaan sawit rakyat dapat semakin mempercepat peningkatan produktivitas kebun rakyat. Hal ini penting untuk memastikan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global, yang saat ini mengalami berbagai tantangan.
“Melalui pendekatan yang lebih teknis, kami yakin bahwa para petani akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil sawit mereka,” ujar Dwi, menekankan komitmen BPDP dalam mendukung pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan.
Sumber: