PalmCo Memimpin Pendampingan Peremajaan Sawit Rakyat di Indonesia

Gambar menunjukkan lahan yang sedang diremajakan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk mendukung kebijakan pemerintah.
PTPN IV PalmCo menjadi perusahaan teraktif dalam pendampingan peremajaan sawit rakyat, mencakup 6.672 hektare, menurut BPDP.
(2026/04/04) PTPN IV PalmCo telah diakui sebagai perusahaan paling aktif dalam program peremajaan sawit rakyat (PSR) dengan luas pendampingan mencapai 6.672 hektare, menurut Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Hal ini menunjukkan pentingnya peran perusahaan dalam meningkatkan produktivitas kebun kelapa sawit milik rakyat di Indonesia.
Dalam konteks ini, BPDP menyatakan bahwa pendekatan pendampingan oleh PalmCo telah mengalami perubahan signifikan. Sebelumnya, program PSR lebih banyak berfokus pada aspek pembiayaan, namun sekarang lebih mengedepankan penguatan aspek teknis di lapangan. Dengan strategi ini, diharapkan para petani sawit dapat lebih mandiri dan produktif dalam mengelola kebun mereka.
Dwi Nuswantara, Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, menjelaskan bahwa keberhasilan PalmCo tidak terlepas dari skema kemitraan yang diterapkan dalam PSR. Perusahaan ini tidak hanya memberikan dukungan finansial, tetapi juga menciptakan hubungan yang lebih erat dengan petani, sehingga mereka dapat mendapatkan bimbingan teknis yang diperlukan untuk meningkatkan hasil panen.
- 88 Pekebun Luwu Timur Dibekali Teknik Panen untuk Dorong Rendemen di Atas 16% (19 Agustus 2026)
- Harga TBS Sawit Jambi Turun Rp30,20/kg, Pekebun Terima Rp3.911,53 per Kg pada Periode 7–13 Agustus 2026 (7 Agustus 2026)
- Vision AI on‑premises Dipakai untuk Pantau Sawit dari Pembibitan hingga Panen (12 Agustus 2026)
- PalmCo Targetkan Kemitraan Sawit Rakyat 64.176 Ha pada 2029, BPDP Sebut PalmCo Paling Aktif Dampingi PSR (16 Agustus 2026)
PalmCo mengungguli perusahaan lain dalam hal luas pendampingan. Setelah PalmCo, perusahaan Sinar Mas mencatat luasan pendampingan sebesar 4.426 hektare, diikuti oleh Asian Agri dengan 3.204 hektare. Data ini menunjukkan bahwa PalmCo telah mengambil peran dominan dalam mendukung petani sawit di Indonesia.
Ke depan, dengan adanya dukungan dari perusahaan-perusahaan besar seperti PalmCo, diharapkan program peremajaan sawit rakyat dapat semakin mempercepat peningkatan produktivitas kebun rakyat. Hal ini penting untuk memastikan daya saing produk sawit Indonesia di pasar global, yang saat ini mengalami berbagai tantangan.
“Melalui pendekatan yang lebih teknis, kami yakin bahwa para petani akan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil sawit mereka,” ujar Dwi, menekankan komitmen BPDP dalam mendukung pertumbuhan industri sawit yang berkelanjutan.
Sumber: