Kekurangan Boron pada Kelapa Sawit dan Dosis Ideal untuk Meningkatkan Produktivitas

Pekerja sawit mengangkat tandan buah segar (TBS) di perkebunan kelapa sawit Indonesia untuk distribusi industri.
Kekurangan unsur hara boron masih menjadi masalah dalam perkebunan kelapa sawit, dengan dosis ideal yang perlu diperhatikan untuk optimalkan hasil.
(2026/04/03) Kebutuhan unsur hara mikro boron pada tanaman kelapa sawit di Indonesia masih sering diabaikan oleh para petani. Hal ini diungkapkan oleh peneliti dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Djan Muhayat, yang menekankan pentingnya boron dalam mendukung proses penyerbukan dan produktivitas tandan buah segar (TBS). Penelitian menunjukkan bahwa kandungan boron yang optimal pada daun sawit berkisar antara 8 hingga 15 ppm, dengan kebutuhan pupuk sekitar 100-125 gram boron per tanaman setiap tahunnya.
Dalam praktiknya, banyak petani yang tidak memberikan dosis boron yang cukup, sehingga mengakibatkan kurangnya unsur hara ini dalam tanah. Djan mencatat bahwa pemupukan NPK yang dilakukan oleh petani sering kali tidak mencukupi kebutuhan boron, yang berperan krusial dalam meningkatkan hasil panen. Keterbatasan pemahaman tentang pentingnya boron ini bisa berdampak negatif pada produktivitas kebun sawit.
Kekurangan boron pada tanaman kelapa sawit dapat memicu berbagai gejala yang merugikan. Tanaman yang kekurangan boron menunjukkan penurunan kualitas dan kuantitas hasil, serta mengakibatkan penurunan daya tahan terhadap hama dan penyakit. Oleh karena itu, pemupukan yang tepat dan berkala sangat diperlukan untuk memastikan tanaman tetap sehat dan produktif.
- Pelepasan Kumbang Penyerbuk Diprediksi Tingkatkan Produktivitas Sawit 15% (23 Maret 2026)
- Peran Perempuan di Pembibitan Sawit: Srikandi FAP Agri Tunjukkan Dedikasi Tinggi (24 Maret 2026)
- BPDPKS Buka Beasiswa untuk Peningkatan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (21 Maret 2026)
- Inisiatif Peremajaan dan Kebun Plasma Sawit Dukung Kesejahteraan Petani (1 April 2026)
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya unsur hara ini, beberapa pihak mulai menawarkan solusi untuk membantu petani memahami kebutuhan boron yang tepat. Berbagai sumber, termasuk blog dan video edukasi, kini tersedia untuk memberikan informasi tentang gejala kekurangan boron dan cara memupuk yang benar. Upaya edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi kerugian yang disebabkan oleh kekurangan hara.
Proyeksi ke depan menunjukkan bahwa jika pengelolaan pemupukan boron dapat ditingkatkan, maka produktivitas kelapa sawit dapat bertambah signifikan. Ini akan berdampak positif bagi perekonomian petani dan industri sawit secara keseluruhan. Menurut Djan, βTanpa perhatian yang serius terhadap unsur hara boron, masa depan produktivitas kelapa sawit kita bisa terancam.β
Dengan meningkatnya perhatian terhadap kebutuhan hara mikro ini, penting bagi petani untuk terus belajar dan memperbarui pengetahuan mereka tentang teknik pemupukan yang efektif. Hal ini tidak hanya akan meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjamin keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.
Sumber:
- Kekurangan Boron pada Sawit Masih Terjadi, PPKS Ungkap Dosis Ideal untuk Optimalkan Penyerbukan β Info Sawit
- Unsur Hara Boron (B) Penting Bagi Tanaman Kelapa Sawit β https://gokomodo.com/blog/unsur-hara-boron-b-penting-bagi-tanaman-kelapa-sawit
- Gejala Kekurangan Boron Pada Tanaman Kelapa Sawit yang ... β https://www.youtube.com/watch?v=AcDeWhTmZW8
- Boron, Unsur Hara Penting bagi Kelapa Sawit β https://iopri.co.id/news/detail/boron-unsur-hara-penting-bagi-kelapa-sawit