BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Peningkatan dan Penurunan Harga TBS Sawit di Berbagai Provinsi April 2026

16 April 2026|2026 Hadir sebagai Solusi
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Peningkatan dan Penurunan Harga TBS Sawit di Berbagai Provinsi April 2026

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.

April 2026 menyaksikan kenaikan harga TBS di Lampung dan Kalimantan Barat, namun penurunan terjadi di Sumatera Utara, mempengaruhi petani sawit.

(2026/04/16) Indonesia menyaksikan dinamika harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit pada April 2026, dengan beberapa provinsi mengalami kenaikan harga sementara yang lain mencatat penurunan. Kenaikan harga TBS di Lampung dan Kalimantan Barat memberikan harapan bagi petani, sementara Sumatera Utara melihat tren sebaliknya.

Di Lampung, Dinas Perkebunan Provinsi menetapkan harga TBS untuk periode II Maret 2026 naik menjadi Rp3.397 per kg, meningkat sebesar Rp84,9 dibandingkan pekan sebelumnya. Rapat penetapan harga yang dilakukan secara daring menunjukkan bahwa harga ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit di wilayah tersebut.

Sementara itu, di Kalimantan Barat, harga TBS juga mengalami kenaikan untuk periode II April 2026. Berdasarkan data dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, harga TBS untuk sawit umur 10-20 tahun ditetapkan naik Rp101,26 menjadi Rp3.827,54 per kg. Kenaikan ini diharapkan dapat mendorong produktivitas dan menguntungkan para petani di daerah tersebut.

Namun, tidak semua daerah mengalami tren positif. Di Sumatera Utara, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencatat adanya penurunan harga TBS menjadi Rp3.949,23 per kg untuk kelompok umur 10-20 tahun pada pekan kedua April 2026, yang mengalami penurunan sebesar Rp161,53 dari harga sebelumnya. Penurunan ini dipicu oleh fluktuasi harga rata-rata komoditas mentah di pasar lokal dan ekspor.

Dalam konteks ini, acara Teknis Kelapa Sawit (TKS) 2026 yang akan berlangsung di Pangkalan Bun pada 28-30 April mendatang menjadi sangat relevan. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit di Indonesia, yang saat ini tengah menghadapi tantangan penurunan produktivitas. Hendra J. Purba, panitia TKS 2026, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penerapan praktik budidaya yang tepat untuk menjaga keberlanjutan industri sawit.

Kenaikan harga TBS di beberapa daerah dapat memberikan angin segar bagi petani, namun penurunan harga di Sumatera Utara menunjukkan bahwa tantangan tetap ada. Ke depan, penting untuk memperhatikan tren harga dan meningkatkan kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan keberlanjutan dan produktivitas industri kelapa sawit di Indonesia.

Sumber: