BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Hama & Penyakit

Petani Swadaya Berjuang Melawan Ancaman Ganoderma di 2nd ISGANO 2025

22 Februari 2026|Ancaman Ganoderma pada Petani
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Petani Swadaya Berjuang Melawan Ancaman Ganoderma di 2nd ISGANO 2025

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.

Petani swadaya kelapa sawit di Indonesia berupaya menghadiri 2nd ISGANO 2025 untuk mendapatkan solusi menghadapi serangan Ganoderma yang mengancam keberlangsungan hidup mereka.

Dalam menghadapi ancaman serius yang ditimbulkan oleh penyakit Ganoderma, petani swadaya kelapa sawit di Indonesia semakin berupaya untuk mencari solusi. Penyakit ini dikenal dapat mengurangi produktivitas hingga menyebabkan kematian pohon secara massal, sehingga menjadi perhatian utama bagi para petani. Menyadari potensi dampak yang merusak, mereka bertekad hadir dalam International Symposium Ganoderma 2025 (2nd ISGANO) yang berlangsung di Bandung pada 5-7 Februari 2025.

Alfath Haryono, seorang petani sawit dari Jambi sekaligus Ketua Gerakan Petani Sadar Ganoderma, memimpin upaya ini. Ia bersama sejumlah petani lainnya akan mengikuti simposium tersebut untuk mendapatkan informasi terkini mengenai teknologi dan strategi terbaik dalam mengatasi serangan Ganoderma. “Saya sebagai petani sangat menyadari dampak dari penyakit ini. Kehadiran kami di ISGANO adalah langkah konkret untuk mendapatkan pengetahuan dan berbagi pengalaman,” ujarnya.

Ganoderma, yang merupakan jamur patogen, telah menjadi momok bagi banyak petani kelapa sawit, khususnya petani swadaya yang mengandalkan hasil panen untuk kehidupan sehari-hari. Penyakit ini tidak hanya menyerang produktivitas tanaman, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan bagi petani. Dengan meningkatnya kesadaran akan bahaya ini, petani swadaya berusaha untuk berkolaborasi dan berbagi informasi untuk mengatasi masalah yang sama.

Penyelenggaraan ISGANO menjadi momen penting bagi petani untuk menjalin komunikasi dengan para ahli dan peneliti dalam bidang pertanian. Selain itu, forum ini juga memberikan kesempatan bagi petani untuk berdiskusi dan berbagi solusi yang telah diterapkan di lapangan. Hal ini penting untuk meningkatkan ketahanan mereka terhadap penyakit yang terus berkembang.

Partisipasi petani swadaya di acara seperti ISGANO menunjukkan semangat juang yang tinggi untuk terus beradaptasi dan mencari solusi atas tantangan yang dihadapi. Dengan berbagai pemaparan dan diskusi yang akan berlangsung, diharapkan para petani dapat membawa pulang pengetahuan baru yang dapat diterapkan di kebun mereka masing-masing. Ini adalah langkah penting dalam menjaga keberlangsungan hidup dan kelangsungan usaha mereka di tengah ancaman penyakit yang terus mengintai.

Acara ini tidak hanya menjadi ajang sharing informasi, tetapi juga menciptakan jaringan yang lebih kuat di antara para petani. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak yang peduli terhadap industri kelapa sawit, diharapkan petani swadaya dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Sumber:

  • Mengapa Petani Swadaya Berjuang Hadir di 2nd ISGANO 2025 — Media Perkebunan (2025-01-09)