BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Harga TBS Sawit Sumsel Tertinggi Rp4.040 per Kg, Infrastruktur Dipercepat di Kampar

21 April 2026|Harga Sawit Sumsel Periode
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Harga TBS Sawit Sumsel Tertinggi Rp4.040 per Kg, Infrastruktur Dipercepat di Kampar

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.

Harga TBS sawit mencapai Rp4.040 per kg di Sumsel, sementara Pemkab Kampar mempercepat pembangunan infrastruktur untuk mendukung produktivitas sawit rakyat.

(2026/04/21) Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sumatera Selatan untuk periode II-April 2026 mencapai Rp4.040,01 per kg. Di saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Kampar juga memfokuskan pembangunan infrastruktur untuk mendukung produktivitas kelapa sawit di daerah tersebut.

Mengacu pada hasil penetapan harga oleh Tim Penetapan Harga TBS Provinsi Sumsel, harga tertinggi berlaku untuk sawit berumur 22 tahun. Sementara itu, sawit berumur 3 tahun dipatok pada harga Rp3.380,70 per kg, dan harga untuk sawit berumur 24 tahun berada di angka Rp3.903,34 per kg. Penetapan harga ini menjadi perhatian penting bagi petani dan industri sawit, terutama dalam konteks peningkatan pendapatan petani.

Di sisi lain, untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat, Pemkab Kampar melalui Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan telah meluncurkan program pembangunan jalan produksi. Infrastruktur ini dirancang untuk memperbaiki aksesibilitas logistik yang selama ini menjadi kendala pengangkutan hasil bumi. Dengan adanya jalan yang lebih baik, diharapkan efisiensi pengangkutan hasil sawit dapat meningkat, sehingga biaya operasional distribusi bisa ditekan.

Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam hal produktivitas. Data menunjukkan bahwa produktivitas sawit di Indonesia masih berada di bawah negara tetangga, Malaysia. Pada tahun 2024, produktivitas sawit Indonesia tercatat sebesar 3,18 ton per hektar, sementara Malaysia mencapai 3,79 ton per hektar. Hal ini menunjukkan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan produktivitas melalui dukungan infrastruktur yang memadai dan kebijakan yang tepat.

Keberadaan infrastruktur yang baik tidak hanya akan mendukung produktivitas, tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan industri sawit di Indonesia. Dukungan dari berbagai lembaga, termasuk GAPKI dan BPDP, menjadi penting dalam menciptakan kondisi yang lebih baik bagi petani sawit. Dengan langkah-langkah konkret seperti ini, diharapkan industri sawit Indonesia dapat bersaing lebih baik di pasar global.

“Pembangunan infrastruktur ini adalah langkah penting untuk memastikan petani sawit mendapatkan akses yang lebih baik dan meningkatkan hasil panen mereka,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Kampar. Dengan adanya dukungan infrastruktur yang kuat, harapan untuk meningkatkan produktivitas sawit rakyat menjadi lebih nyata.

Sumber: