BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Emisi & Karbon

Inisiatif Berkelanjutan: Upaya Pertamina dan GAPKI dalam Menghadapi Perubahan Iklim

22 Februari 2026|Upaya pengurangan emisi karbon
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Inisiatif Berkelanjutan: Upaya Pertamina dan GAPKI dalam Menghadapi Perubahan Iklim

Sabun alami yang terbuat dari produk hilir kelapa sawit menunjukkan potensi hilirisasi industri sawit di Indonesia.

Pertamina Group dan GAPKI mengambil langkah strategis untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia.

Indonesia semakin menunjukkan komitmennya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh Pertamina Group dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI). Kedua lembaga ini berperan penting dalam transisi menuju energi yang lebih bersih serta pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

Pertamina Group, melalui anak perusahaannya Pertamina New & Renewable Energy (NRE), baru-baru ini menandatangani Amandemen Perjanjian Perdagangan Kredit Karbon (PPKK). Langkah ini merupakan bagian dari upaya transisi energi untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060. CEO Pertamina NRE, John Anis, dan Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Julfi Hadi, menjadi saksi penting dalam penandatanganan ini, yang dilakukan di Lapangan Panas Bumi Tompaso, Sulawesi Utara. Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan kredit karbon yang akan membantu mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan.

Di sisi lain, GAPKI juga aktif dalam mendorong inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri kelapa sawit nasional. Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengungkapkan bahwa penerapan metode land application pada limbah cair pabrik kelapa sawit (LCPKS) tidak hanya menghemat devisa tetapi juga dapat mengurangi emisi gas metana yang berbahaya bagi lingkungan. Dengan melakukan pengelolaan yang tepat, limbah tersebut dapat diolah menjadi unsur hara yang bermanfaat bagi tanah, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti dosis, frekuensi, dan kondisi cuaca.

Inisiatif ini penting mengingat Indonesia adalah salah satu negara penghasil minyak sawit terbesar di dunia, dan industri ini seringkali menjadi sorotan global terkait dampaknya terhadap lingkungan. Dengan menerapkan teknologi dan praktik berkelanjutan, GAPKI berharap dapat meningkatkan reputasi Indonesia dalam menangani perubahan iklim serta menekan ketergantungan pada impor.

Dengan adanya kolaborasi antara Pertamina dan GAPKI, diharapkan akan tercipta sinergi yang efektif dalam upaya menjaga lingkungan serta meningkatkan daya saing produk sawit Indonesia. Langkah-langkah strategis ini menunjukkan bahwa sektor energi dan pertanian dapat berjalan seiring dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Sumber:

  • Pertamina Group Sepakati Perjanjian Perdagangan Kredit Karbon โ€” Sawit Indonesia (2024-12-17)
  • Gapki Ungkap Hal Ini Dapat Tekan Impor dan Tingkatkan Daya Saing Industri Sawit RI โ€” Tribunnews (2024-12-17)