Kalimantan Timur Optimalkan Ekspor Bungkil Sawit ke Korea Selatan

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.
Para pelaku usaha di Kalimantan Timur berhasil mengirimkan bungkil sawit senilai Rp55 miliar ke Korea Selatan, menandai langkah signifikan dalam industri kelapa sawit.
Kalimantan Timur terus menunjukkan potensi besar dalam industri kelapa sawit dengan melakukan ekspor bungkil sawit (palm kernel expeller) ke Korea Selatan. Pada akhir Maret 2024, sebanyak 10.499 ton bungkil sawit berhasil dikirim, dengan nilai mencapai Rp55 miliar. Langkah ini menggambarkan upaya para pelaku usaha di daerah tersebut untuk memanfaatkan peluang di pasar internasional.
Proses pengiriman bungkil sawit ini tidak lepas dari serangkaian langkah pengawasan yang ketat. Pejabat Karantina Kalimantan Timur menerapkan prosedur karantina untuk memastikan bahwa produk yang diekspor bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Salah satu langkah penting yang diambil adalah perlakuan fumigasi yang dilakukan di atas alat angkut, yang dikelola oleh pihak ketiga yang terdaftar oleh Badan Karantina Indonesia. Ketua Tim Kerja Karantina Tumbuhan, Abdul Rahman, menekankan pentingnya prosedur ini untuk menjaga kualitas dan keamanan produk yang diekspor.
Ekspor bungkil sawit ini menunjukkan bahwa Kalimantan Timur tidak hanya fokus pada produksi minyak kelapa sawit, tetapi juga memanfaatkan limbah dari proses tersebut untuk dijadikan produk bernilai tinggi. Bungkil sawit sendiri merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak kelapa sawit yang dapat digunakan dalam pakan ternak dan berbagai industri lainnya. Dengan meningkatkan nilai tambah dari produk ini, para pelaku usaha berharap dapat meningkatkan daya saing di pasar global.
- Kelapa Sawit Dominasi Pasar Minyak Nabati, CPO Terjual 6.000 Ton (2 April 2026)
- Sawit Sumbermas Catat Laba Rp1,16 Triliun di Tengah Surplus Perdagangan (1 April 2026)
- Produksi Sawit Mandek Lima Tahun, Gapki Cemas Ekspor CPO Terkendala (12 Maret 2026)
- Pemkab Sergai dan Socfindo Perkuat Kerja Sama dalam Sektor Sawit (4 April 2026)
Perdagangan internasional ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan dukungan pemerintah dan berbagai pihak terkait, diharapkan pengembangan sektor kelapa sawit di Kalimantan Timur dapat berlanjut dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia secara keseluruhan.
Sumber:
- Ekspor Bungkil Sawit Kalimantan Timur Senilai Rp55 Miliar ke Korea Sel... — Hai Sawit (2024-04-25)