Kenaikan Harga CPO dan Dampaknya Terhadap Pasar Komoditas Global

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) dan minyak mentah dunia menunjukkan tren kenaikan yang signifikan, dipicu oleh masalah pasokan dan kebijakan pemerintah.
Kenaikan harga minyak mentah dan minyak sawit mentah (CPO) belakangan ini menunjukkan dampak signifikan terhadap pasar komoditas global. Harga CPO di Indonesia tercatat mengalami lonjakan, sementara harga minyak mentah juga meningkat akibat gangguan pasokan di Kazakhstan.
Pada 19 Februari 2025, harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan sebesar Rp 15.140 per kilogram, naik 1,61% dari hari sebelumnya. Kenaikan ini setara dengan tambahan sekitar Rp 240 per kilogram, mencerminkan keberhasilan tender yang dilakukan oleh KPBN. Di pelabuhan utama seperti Belawan, Dumai, dan Teluk Bayur, harga CPO menunjukkan tren yang serupa, dengan harga penjualan menembus Rp 15.100 per kilogram. Hal ini menunjukkan permintaan yang kuat serta kekhawatiran akan produksi yang mempengaruhi pasar.
Sementara itu, harga minyak mentah global juga telah merangkak naik. Pada 18 Februari 2025, harga minyak mentah Brent naik USD 0,61 menjadi USD 75,83 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) naik USD 1,10 menjadi USD 71,84 per barel. Kenaikan ini dipicu oleh serangan drone yang mengganggu jalur ekspor minyak di Kazakhstan, yang diperkirakan dapat menurunkan ekspor minyak negara tersebut hingga 30 persen dalam dua bulan ke depan. Penurunan ini diprediksi setara dengan pengurangan pasokan minyak global sebanyak 380.000 barel per hari.
- Harga CPO Tembus Rp15.600 di Tengah Penahanan Pembelian India (27 Maret 2026)
- Harga CPO dan TBS Sawit di Sumut Turun, Proyeksi Masa Depan Menarik (25 Maret 2026)
- Harga TBS dan CPO di Sumut Alami Kenaikan Signifikan Pekan Ini (1 April 2026)
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
Dalam konteks ini, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengumumkan rencana operasi pasar untuk menstabilkan harga pangan menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Ia menegaskan bahwa harga pangan tidak boleh melebihi harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Operasi pasar ini direncanakan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, tidak terbatas pada wilayah urban seperti Jakarta. Langkah ini diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan harga pangan yang sering terjadi menjelang momen penting tersebut.
Kenaikan harga CPO dan minyak mentah ini berpotensi berdampak pada sektor industri yang bergantung pada bahan baku tersebut. Para pelaku industri harus bersiap untuk menghadapi kemungkinan pergeseran harga yang dapat mempengaruhi biaya produksi dan daya saing di pasar domestik maupun internasional. Selain itu, perhatian terhadap kebijakan perdagangan dan pasokan yang berkaitan dengan minyak sawit dan minyak mentah juga menjadi penting mengingat keduanya merupakan komoditas strategis dengan pengaruh besar terhadap perekonomian negara.
Secara keseluruhan, dinamika harga CPO dan minyak mentah mencerminkan tantangan dan peluang bagi para pelaku industri, serta peran penting pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan di tengah fluktuasi pasar global.
Sumber:
- Harga Komoditas: Minyak Mentah Terus Naik โ Kumparan (2025-02-19)
- Harga CPO KPBN Inacom Naik 1,61 Persen Pada Rabu (19 per 2), Harga CPO di Bursa Malaysia Naik โ Info Sawit (2025-02-19)
- Adakan Operasi Pasar Mentan Perintah Presiden Tidak Boleh Ada Harga Pangan Di โ Kompas (2025-02-19)
- Sah, Tembus Rp 15.100 Per Kg Harga CPO Hasil Tender PT KPBN Periode 19 Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-02-19)