Kenaikan Harga Minyak Goreng dan Tren Harga CPO di Pasar Indonesia

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.
Harga minyak goreng dan minyak sawit mentah (CPO) mengalami fluktuasi yang signifikan, berpotensi memberikan dampak pada inflasi di Indonesia.
Kenaikan harga minyak goreng, khususnya merek Minyakita, telah menjadi sorotan penting di Indonesia, di tengah penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar. Data terbaru menunjukkan bahwa harga CPO di PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom telah ditetapkan pada Rp13.125/kg, mengalami penurunan sebesar 1,10% dari harga sebelumnya.
Harga CPO yang berlaku pada Senin (26/5/2025) mencerminkan penurunan sekitar Rp146/kg jika dibandingkan dengan harga tertinggi pada Jumat (23/5/2025) yang mencapai Rp13.271/kg. Penurunan ini sejalan dengan kondisi pasar yang menceritakan kekhawatiran terhadap peningkatan produksi dan stok, serta dampak dari penurunan harga minyak kedelai global yang mempengaruhi perdagangan CPO di Bursa Malaysia.
Di sisi lain, komoditas minyak goreng, terutama Minyakita, sedang mengalami kenaikan harga yang signifikan di berbagai daerah. Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Kementerian Dalam Negeri, Pudji Ismartini, menyatakan bahwa kenaikan harga ini berpotensi menyumbang tekanan inflasi dalam bulan ini. Menurut data indeks perkembangan harga (IPH) yang dipresentasikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi, jumlah kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan harga beras dan minyak goreng telah meningkat.
- Harga CPO Malaysia Capai Puncak Tertinggi dalam 15 Bulan (5 April 2026)
- Harga CPO KPBN Menguat di Tengah Ketidakpastian Global pada April 2026 (2 April 2026)
- Harga CPO Naik Dorong Laba Cisadane Sawit Raya dan Saham Perkebunan Menguat (28 Maret 2026)
- Harga CPO Diprediksi Stabil Tinggi, Ekspor Sawit Terus Tumbuh di 2026 (5 April 2026)
Pudji menjelaskan bahwa pada pekan keempat Mei 2025, jumlah wilayah yang mengalami kenaikan harga beras telah mencapai 92, meningkat dari minggu sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen perlu lebih waspada terhadap fluktuasi harga yang dapat mempengaruhi daya beli mereka, khususnya dalam menghadapi inflasi yang meningkat.
Dalam konteks yang lebih luas, pasar komoditas di Indonesia menunjukkan tren yang beragam. Selain CPO dan minyak goreng, harga minyak mentah global juga mengalami kenaikan, dengan minyak mentah Brent dan West Texas Intermediate (WTI) masing-masing ditutup pada harga USD 64,78 dan USD 61,53 per barel. Kenaikan harga ini didorong oleh aktivitas perdagangan menjelang libur panjang di Amerika Serikat, meskipun terdapat kekhawatiran terkait ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.
Dengan berbagai dinamika yang terjadi di pasar, baik harga CPO maupun minyak goreng menunjukkan bahwa produsen dan konsumen harus siap menghadapi tantangan yang muncul. Penurunan harga CPO dapat memberikan ruang bagi pasar, tetapi kenaikan harga minyak goreng berpotensi menambah beban bagi masyarakat, terutama dalam kondisi inflasi yang tidak menentu.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Lesu pada Senin (26 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Melemah โ Info Sawit (2025-05-26)
- Minyakita Mulai Maraknya Kenaikan Harganya โ Sawit Indonesia (2025-05-26)
- Harga Komoditas Kompak Menguat, Minyak Mentah Naik Tipis & Timah Melesat 1,45% โ Kumparan (2025-05-26)
- Minyak Goreng Mulai Mengalami Kenaikan Harga โ Sawit Indonesia (2025-05-26)