Kenaikan Harga TBS Kelapa Sawit di Riau dan Sumbar: Harapan Baru Bagi Petani

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau dan Sumatera Barat mengalami kenaikan signifikan, memberikan angin segar bagi para petani mitra plasma dan swadaya.
Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau dan Sumatera Barat menjadi kabar baik bagi para petani. Dalam periode 19-25 Februari 2025, harga TBS mengalami lonjakan yang dipicu oleh meroketnya harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengumumkan bahwa harga TBS untuk usia tanam 9 tahun mengalami kenaikan sebesar Rp 112,49 per kilogram (Kg), mencapai Rp 3.604,56/Kg. Kenaikan ini setara dengan 3,22 persen dibandingkan dengan harga minggu sebelumnya. Kepala Dinas Perkebunan Riau, Syahrial Abdi, menjelaskan bahwa penetapan harga terbaru ini didasarkan pada tabel rendemen harga baru hasil kajian dari PPKS Medan yang telah disepakati oleh tim.
Sementara itu, di Sumatera Barat, harga TBS mitra plasma juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Selama periode 15-21 Februari 2025, harga TBS naik Rp 87,28 per Kg, menjadi Rp 3.606,37/Kg. Meroketnya harga CPO, yang naik Rp 442,73 per Kg selama periode ini, berkontribusi besar terhadap penguatan harga TBS di daerah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa harga CPO yang meningkat dapat langsung memberikan dampak positif kepada petani kelapa sawit.
Di sisi lain, harga TBS untuk mitra swadaya di Riau juga mengalami kenaikan yang signifikan, yakni sebesar Rp 136,09 per Kg atau 3,97 persen. Dengan harga baru ini, petani mitra swadaya dapat menjual TBS mereka dengan harga Rp 3.564,90/Kg. Ini menjadi dorongan tambahan bagi petani untuk terus berproduksi, terutama di tengah fluktuasi harga pasar yang sering terjadi.
Para petani di kedua provinsi ini merasakan dampak positif dari kenaikan harga CPO dan palm kernel (PK) yang terjadi secara bersamaan. Hal ini memberikan harapan baru bagi petani yang selama ini bergantung pada komoditas ini untuk menopang ekonomi mereka. Namun, kondisi ini juga menuntut para petani untuk tetap waspada terhadap perubahan harga yang mungkin terjadi di masa depan.
Secara keseluruhan, baik di Sumatera Barat maupun Riau, kenaikan harga TBS ini tidak hanya memberikan keuntungan bagi petani, tetapi juga berpotensi meningkatkan daya saing produk kelapa sawit Indonesia di pasar global. Dengan dukungan kebijakan yang tepat serta inovasi dalam pengelolaan perkebunan, diharapkan sektor kelapa sawit dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Sumber:
- CPO Meroket Dongkrak Harga TBS Mitra Plasma Sumbar Periode III (15-21) Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-02-19)
- Meroket Rp 112,49 Harga TBS Mitra Plasma Riau Periode 19-25 Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-02-19)
- Senyum Manis Petani Mitra Plasma, Harga TBS Kelapa Sawit Naik โ Sawit Indonesia (2025-02-19)
- Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Swadaya Periode 19โ25 Februari 2025 Naik 3,97% โ Sawit Indonesia (2025-02-19)
- Karena CPO dan PK, Jadi Begini Nasib Harga TBS Mitra Swadaya Riau Periode 19-25 Februari 2025 โ Media Perkebunan (2025-02-19)