Kenaikan Harga TBS Sawit di Jambi dan Sumbar, Sementara Kalteng Turun

Harga TBS kelapa sawit meningkat, memberikan harapan baru bagi petani di Indonesia amid tantangan industri.
Kenaikan harga TBS sawit di Jambi dan Sumbar menunjukkan potensi positif bagi industri sawit, meskipun harga di Kalimantan Tengah mengalami penurunan.
(2026/03/06) Kenaikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Jambi dan Sumatera Barat menunjukkan sinyal positif bagi industri sawit Indonesia, sementara Kalimantan Tengah justru mencatatkan penurunan harga. Harga TBS di Jambi untuk periode 6-12 Maret 2026 naik sebesar Rp55,11 per kilogram menjadi Rp3.555,35 per kilogram, sedangkan di Sumbar, harga tertinggi mencapai Rp3.688,21 per kilogram.
Industri sawit di Indonesia memiliki peranan krusial dalam perekonomian lokal, terutama di daerah penghasil seperti Jambi dan Sumatera Barat. Kenaikan harga TBS ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi petani dan meningkatkan pendapatan mereka. Di sisi lain, penurunan harga TBS di Kalimantan Tengah menjadi perhatian bagi petani, terutama di tengah fluktuasi harga minyak sawit mentah (CPO) yang mempengaruhi harga TBS secara keseluruhan.
Harga TBS di Kalimantan Tengah untuk periode II Februari 2026 ditetapkan sebesar Rp3.459,07 per kilogram, mengalami penurunan sebesar Rp17,42 per kilogram dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya harga CPO di pasar global, yang tercatat lebih rendah dari nilai sebelumnya. Sementara itu, harga CPO di Jambi pada periode yang sama ditetapkan sebesar Rp14.048,34 per kilogram, menunjukkan adanya peningkatan yang mendukung harga TBS.
- Inovasi Pertanian Regeneratif dan Peremajaan Sawit di Kalimantan Selatan (30 Maret 2026)
- BPDPKS dan Varietas Topaz Dukung Peningkatan Perkebunan Sawit (25 Maret 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Meningkat Menjadi Rp 4.065,95 per Kg pada April 2026 (3 April 2026)
- PTPN IV PalmCo Realisasikan 2.287 Ha Peremajaan Sawit Rakyat di 2026 (3 April 2026)
Kenaikan harga TBS di Jambi juga mencerminkan tingginya permintaan terhadap minyak sawit mentah yang berimbas pada pertumbuhan harga di tingkat petani. Adanya kemitraan antara petani plasma dan perusahaan juga menjadi faktor penting yang mendorong kesejahteraan petani. Berbagai forum petani, seperti Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) di Kutai Timur, semakin memperkuat kolaborasi ini dengan mendorong usaha perkebunan yang berkelanjutan.
Di Sumbar, harga TBS untuk kelompok umur tanaman 10-20 tahun mencapai Rp3.688,21 per kilogram, menunjukkan potensi pertumbuhan yang baik. Dengan kenaikan harga ini, petani diharapkan dapat lebih berinvestasi dalam perawatan tanaman dan meningkatkan produktivitas. Namun, tantangan tetap ada, terutama terkait dengan persaingan global dan perubahan iklim yang dapat mempengaruhi hasil panen di masa depan.
Secara keseluruhan, meskipun ada perbedaan kondisi di masing-masing daerah, dinamika harga TBS menunjukkan pentingnya sektor sawit bagi ekonomi lokal. Kenaikan harga di Jambi dan Sumbar memberikan harapan bagi petani, sementara penurunan di Kalimantan Tengah menjadi sinyal untuk memperbaiki strategi pemasaran dan produksi.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Jambi Naik Rp55,11kg โ Elaeis (2026-03-06)
- Harga TBS Sawit Sumbar Periode 1 โ 7 Maret 2026 Tertinggi Rp3.688,21 per Kg โ Info Sawit (2026-03-06)
- Petani Kalteng Gusar, Harga TBS Turun Menjadi Rp3.459,07 per Kg di Periode II Februari 2026 โ Sawit Indonesia (2026-03-06)