BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor & Impor

Kinerja Bea Cukai Sumatera Barat: Penerimaan CPO Melonjak di 2024

22 Februari 2026|Penerimaan Bea Cukai CPO
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kinerja Bea Cukai Sumatera Barat: Penerimaan CPO Melonjak di 2024

Gambar menunjukkan crude palm oil (CPO) dalam wadah, menggambarkan produksi minyak kelapa sawit di Indonesia.

Kantor Bea Cukai Sumatera Barat mencatatkan penerimaan bea dan cukai yang signifikan pada akhir tahun 2024, didorong oleh peningkatan ekspor komoditas CPO.

Kinerja Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Teluk Bayur, Kota Padang, Sumatera Barat menunjukkan hasil yang menggembirakan pada akhir tahun 2024. Dari laporan yang dirilis, total penerimaan bea dan cukai untuk periode Januari hingga November 2024 mencapai Rp606,43 miliar, yang merupakan 65,17 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun tersebut.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi KPPBC TMP B Teluk Bayur, Moh. Hery Syamsul Bahtiar, mengungkapkan bahwa penerimaan tersebut tumbuh 12,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penerimaan bea keluar tercatat sebesar Rp563,27 miliar, yang merupakan 61,28 persen dari target APBN 2024. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan volume ekspor komoditas crude palm oil (CPO) dan produk turunannya, terutama pada bulan Oktober dan November.

Lonjakan ini menunjukkan adanya permintaan yang kuat di pasar internasional, serta efektivitas dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah untuk mendukung sektor kelapa sawit. Hery menambahkan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen Bea Cukai dalam mendukung ekspor yang berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan negara dari sektor ini.

Dengan pertumbuhan yang signifikan dalam penerimaan bea dan cukai, diharapkan akan ada lebih banyak investasi dan pengembangan di sektor kelapa sawit, yang merupakan salah satu komoditas utama Indonesia. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Pencapaian ini tentunya menjadi sinyal positif bagi para pelaku industri kelapa sawit dan memberikan harapan bagi pemulihan ekonomi yang lebih luas di Indonesia, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh sektor ini.

Sumber:

  • Beacukai Sumatra Barat Berhasil Menerima BK CPO Sebesar Rp563,27 Miliar — Sawit Indonesia (2024-12-27)