BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Ekspor Produk Hilir

Kutai Timur Dorong Hilirisasi Sektor Kelapa Sawit Melalui Pemberian STDB kepada Petani

16 Juli 2025|Hilirisasi sektor kelapa sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Kutai Timur Dorong Hilirisasi Sektor Kelapa Sawit Melalui Pemberian STDB kepada Petani

Gambar menunjukkan minyak goreng berkualitas tinggi, produk hilir penting dari industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyerahkan STDB kepada 614 petani sawit untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui hilirisasi.

(2025/07/16) Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen untuk memperkuat sektor hilirisasi kelapa sawit dengan menyerahkan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) kepada 614 petani sawit, mencakup lahan seluas 1.434 hektare. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan bagi petani dan perekonomian daerah.

Acara penyerahan STDB berlangsung pada Selasa (15/07/2025) di Hotel Royal Victoria, Sangatta. Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Dinas Perkebunan, Dinas Koperasi UMKM, 13 koperasi petani kelapa sawit, dan sejumlah perusahaan terkait. Kerjasama ini bertujuan untuk menciptakan sinergi antara petani dan perusahaan besar, sehingga hasil pertanian dapat diproses lebih lanjut untuk meningkatkan nilai jual.

Pemerintah Kutai Timur melihat hilirisasi sebagai strategi penting dalam meningkatkan daya saing produk kelapa sawit. Dengan memberikan STDB, diharapkan petani dapat memanfaatkan lahan mereka secara lebih efektif dan efisien, serta terlibat dalam rantai pasok yang lebih menguntungkan. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan sektor pertanian yang berkelanjutan.

Dalam beberapa tahun terakhir, hilirisasi sektor kelapa sawit memang menjadi fokus utama bagi banyak daerah penghasil sawit di Indonesia. Melalui dukungan kebijakan dan program-program yang tepat, diharapkan para petani tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi juga dapat berperan dalam proses pengolahan dan pemasaran produk kelapa sawit. Dengan demikian, nilai tambah yang diperoleh dapat dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.

Keberhasilan program hilirisasi ini tidak hanya bergantung pada dukungan pemerintah, tetapi juga pada partisipasi aktif dari petani dan pelaku usaha lainnya. Oleh karena itu, kerjasama yang terjalin melalui MoU diharapkan dapat menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, di mana petani mendapatkan akses ke teknologi dan pasar, sementara perusahaan dapat memperoleh pasokan bahan baku yang berkualitas.

Dengan langkah konkret ini, Kutai Timur menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Hal ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengoptimalkan potensi kelapa sawit mereka melalui hilirisasi yang terencana dan terintegrasi.

Sumber:

  • Kutai Timur Perkuat Industri Hilir Sawit, 614 Petani Terima STDB untuk Tingkatkan Nilai Tambah — Hai Sawit (2025-07-16)