Mentan Andi Amran Sulaiman: Investasi dan Optimasi Sektor Pertanian di Indonesia

Amran menyampaikan pidato di Istana Negara mengenai kebijakan baru untuk mendukung industri kelapa sawit Indonesia.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan perlunya investasi besar dalam sektor pertanian dan mendorong pemanfaatan minyak kelapa sawit untuk menekan impor solar.
(2025/03/11) Indonesia menyaksikan dorongan kuat dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk meningkatkan investasi di sektor pertanian, di mana ia mengungkapkan bahwa sektor ini membutuhkan suntikan dana sebesar Rp803,78 triliun. Investasi ini diharapkan dapat mendukung ekspansi lahan, modernisasi produksi, serta peningkatan daya saing komoditas nasional.
Amran menjelaskan bahwa rencana investasi ini mencakup berbagai komoditas strategis seperti kelapa sawit, tebu, kopi, dan singkong. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan pengusaha dalam memperkuat sektor pertanian guna meningkatkan ketahanan pangan dan membuka jutaan lapangan kerja baru. Dalam presentasinya, ia mencatat bahwa investasi ini berpotensi menyerap hingga 6,2 juta tenaga kerja dan memberikan nilai tambah ekonomi sekitar Rp4.197 triliun.
Di samping kebutuhan investasi, Amran juga menyoroti peran Badan Pengelola Investasi Danantara dalam pengembangan sektor pertanian. Ia menyebutkan bahwa ada beberapa kendala dalam implementasi rencana tersebut, terutama karena fokus pemerintah saat ini yang masih terarah pada swasembada beras dan jagung. Namun, komitmen untuk mengembangkan komoditas seperti kelapa sawit dan singkong tetap menjadi prioritas utama.
- Indonesia Targetkan Produksi Biodiesel B50 untuk Kemandirian Energi 2026 (30 Maret 2026)
- Prabowo Subianto Targetkan Swasembada BBM Melalui Pemanfaatan Kelapa Sawit (23 Februari 2026)
- Kebijakan Baru Perkebunan Sawit: Beasiswa hingga Mandatori B50 (13 Maret 2026)
- Pengembangan Biodiesel Berbasis Sawit: Langkah Strategis Menuju Ketahanan Energi Nasional (23 Februari 2026)
Lebih lanjut, Amran mendorong pemanfaatan minyak kelapa sawit mentah (CPO) untuk mengurangi ketergantungan pada impor solar. Ia mencatat bahwa pada tahun 2022, nilai ekspor CPO Indonesia mencapai Rp459,66 triliun, dengan volume ekspor mencapai 26 juta ton. Negara tujuan utama ekspor CPO adalah India, diikuti oleh China, Pakistan, Uni Eropa, dan Amerika Serikat. Sementara itu, impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih cukup tinggi, mencapai Rp142,17 triliun.
Dengan potensi yang dimiliki sektor pertanian, Amran berharap bahwa investasi dan optimasi pemanfaatan sumber daya alam dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Penekanan pada kelapa sawit sebagai salah satu komoditas unggulan diharapkan dapat memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi oleh sektor energi, sekaligus mendukung pertumbuhan sektor pertanian secara keseluruhan.
Sumber:
- Mentan Blak-blakan Peran Danantara di Sektor Pertanian โ CNN (2025-03-11)
- Amran Sebut Sektor Pertanian Butuh Suntikan Investasi Rp803 T โ CNN (2025-03-11)
- Mentan Dorong Pemanfaatan CPO Demi Tekan Impor Solar โ CNN (2025-03-11)