Menteri Perkebunan Malaysia: Dampak El Nino pada Produksi Sawit Muncul Bertahap, Fokus pada Pendampingan Pekebun Kecil

Tandan buah segar hasil panen di gerobak di tepi kebun rakyat, melambangkan petani swadaya dan aktivitas panen di tingkat perkebunan kecil.
Menteri Perkebunan Noraini Ahmad mengatakan dampak El Nino terhadap hasil sawit muncul beberapa bulan setelah kekeringan berkepanjangan, dan pemerintah memperkuat pendampingan untuk pekebun kecil.
(2026/08/23) Menteri Perladangan dan Komoditi Datuk Seri Dr Noraini Ahmad menyatakan dampak El Nino terhadap hasil tanaman komoditi, termasuk sawit, biasanya baru terlihat beberapa bulan setelah terjadinya cuaca panas berkepanjangan dan curah hujan menurun, sehingga kementerian fokus memantau dan membantu pekebun kecil.
Noraini mengatakan kementerian bersama agensi terkait sedang aktif memantau operasi lapangan dan tren produksi untuk menilai pengaruh pola cuaca terhadap sektor komoditi. Pernyataan itu disampaikan usai peluncuran program Negri Sembilan Salam Agrikomoditi yang dihadiri Menteri Besar Datuk Ismail Lasim, sebuah acara yang juga dimanfaatkan untuk menyampaikan layanan pemerintah ke tingkat masyarakat.
Menurut Noraini, El Nino dapat memengaruhi tanaman komoditi jika periode panas dan kekeringan berkepanjangan terjadi, namun efeknya tidak langsung dan membutuhkan waktu untuk termanifestasi di lapangan. Karena itu prioritas kementerian adalah membantu pekebun kecil melakukan persiapan dan mitigasi agar dampak terhadap hasil panen dan pendapatan dapat diminimalkan.
- Vision AI on‑premises Dipakai untuk Pantau Sawit dari Pembibitan hingga Panen (12 Agustus 2026)
- Harga TBS Sumut Bergerak Variatif; TBS Mitra Plasma Catat Kenaikan hingga Rp157/kg (26 Agustus 2026)
- Bank Sumsel Babel Tandatangani PKS Dukung Peremajaan Perkebunan Sawit Tahap VII 2026 (7 September 2026)
- Riau dan Bengkalis Perkuat Pelatihan Budidaya Sawit untuk Dongkrak Produktivitas Pekebun (10 Agustus 2026)
Data cuaca yang dikutip dalam pernyataan yang sama berasal dari Jabatan Meteorologi Malaysia; direktur jenderal MetMalaysia Dr Mohd Hisham Mohd Anip menyebutkan probabilitas fenomena El Nino mencapai kategori sangat kuat atau Super El Nino antara Oktober hingga Desember kini melebihi 90 persen. Angka probabilitas ini menjadi dasar bagi kementerian dan agensi lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan intervensi teknis.
Noraini menegaskan pendekatan kementerian termasuk memperkuat outreach di tingkat lapangan agar pekebun kecil memperoleh bantuan dan panduan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, serta nilai tambah produk agrikomoditas. Ia juga menyebut masih banyak warga yang belum mengetahui skema bantuan, program pelatihan, dan persyaratan permohonan sehingga upaya sosialisasi perlu ditingkatkan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Besar Datuk Ismail Lasim mengimbau Negri Sembilan untuk memperkuat aktivitas hilir seperti pengolahan, pengemasan, branding, dan distribusi agar nilai ekonomi dihasilkan secara lokal bukan hanya dari bahan mentah. Ismail mengusulkan perluasan model klaster pertanian bagi para pekebun dan pengusaha untuk mengonsolidasikan hasil, berbagi sumber daya, dan menyederhanakan pemasaran, serta adopsi teknologi yang sesuai termasuk mekanisasi.
Noraini menyatakan program hari itu menjadi platform membawa layanan pemerintah lebih dekat ke publik dan untuk berinteraksi langsung memahami kebutuhan komunitas pekebun kecil. Ia juga menyorot pentingnya mendorong generasi muda melihat sektor agrikomoditi sebagai bidang yang menawarkan peluang, dan menjanjikan bahwa pemerintah akan terus menyediakan dukungan serta bantuan bagi pelaku agrikomoditi.
Sumber: