BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Bank Sumsel Babel Tandatangani PKS Dukung Peremajaan Perkebunan Sawit Tahap VII 2026

7 September 2026|Pembiayaan Peremajaan Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Bank Sumsel Babel Tandatangani PKS Dukung Peremajaan Perkebunan Sawit Tahap VII 2026

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

Bank Sumsel Babel menandatangani PKS PPKS Tahap VII 2026 bersama Lembaga Pekebun dan BPDP untuk memperkuat pembiayaan peremajaan sawit, menekankan integrasi hulu-hilir dan peningkatan produktivitas pekebun.

(2026/09/07) Bank Sumsel Babel menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk Program Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit (PPKS) Tahap VII Tahun 2026 bersama Lembaga Pekebun dan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sebagai bentuk dukungan pembiayaan bagi peremajaan kebun sawit yang sudah tidak produktif.

Penandatanganan PKS berlangsung dalam rangkaian kegiatan 1-4 September 2026 di Jakarta dan melibatkan tiga pihak utama: Bank Sumsel Babel, Lembaga Pekebun (LP), dan BPDP. Menurut siaran pers Bank Sumsel Babel, sinergi tripartit ini dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem pembiayaan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir sehingga pekebun memperoleh akses pendanaan yang lebih terarah untuk mengganti tanaman tua.

Bank Sumsel Babel menekankan bahwa keterlibatan bank tidak hanya sebatas penyediaan kredit. Pemimpin Divisi Bisnis Retail, Konsumer dan UMKM Bank Sumsel Babel, Ika Puspitasari, menyatakan bahwa partisipasi bank merupakan bagian dari peran Bank Pembangunan Daerah dalam mendorong pertumbuhan sektor strategis yang menjadi sumber penghidupan masyarakat. Ia mengatakan bahwa "Bank Sumsel Babel berkomitmen untuk terus memperkuat peran intermediasi perbankan dalam mendukung sektor produktif, termasuk perkebunan kelapa sawit."

Ika Puspitasari menambahkan bahwa sinergi dengan Lembaga Pekebun dan BPDP diharapkan menciptakan proses pembiayaan yang lebih terintegrasi sehingga kebutuhan pekebun dalam menjalankan program peremajaan dapat memperoleh dukungan dari hulu hingga tahap pengembangan usaha. "Melalui sinergi bersama Lembaga Pekebun dan BPDP, kami berharap program peremajaan ini dapat memberikan manfaat yang nyata bagi pekebun, meningkatkan produktivitas, serta membangun ekosistem perkebunan yang inklusif dan berkelanjutan," sambungnya.

Program Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit disebut Bank Sumsel Babel sebagai langkah strategis untuk mengganti tanaman yang telah memasuki usia tidak produktif dan meningkatkan kualitas produksi. Keterangan resmi bank menyebut fokus pada integrasi aspek produktivitas, inklusivitas, dan keberlanjutan, termasuk penguatan kapasitas pekebun untuk mengelola kebun pasca-peremajaan.

Bentuk dukungan yang diungkapkan pihak bank meliputi pembiayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan pekebun sepanjang rantai nilai. Bank Sumsel Babel menyatakan peranannya meliputi penyediaan kredit dan fasilitasi keuangan yang terkoordinasi dengan program BPDP serta mekanisme kelembagaan yang digerakkan oleh Lembaga Pekebun, meskipun rincian plafon kredit, suku bunga, atau jumlah pekebun penerima belum dicantumkan dalam siaran pers.

Dokumen kerja sama itu juga menempatkan program PPKS Tahap VII sebagai kelanjutan upaya peremajaan yang melibatkan pemerintah, pengelola dana, perbankan daerah, dan organisasi pekebun. Bank Sumsel Babel menyatakan bahwa kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada peremajaan tanaman tetapi diarahkan pada penguatan usaha pekebun pasca-peremajaan, termasuk akses pasar dan peningkatan produktivitas yang dapat berdampak pada ekonomi daerah.

Bank Sumsel Babel menegaskan kembali komitmennya pada peran intermediasi perbankan dan menggarisbawahi bahwa pengembangan sektor perkebunan perlu memperhatikan keseimbangan antara peningkatan produktivitas, penguatan kapasitas pekebun, dan kelangsungan usaha. Rencana tindak lanjut yang tercantum adalah implementasi teknis program bersama Lembaga Pekebun dan BPDP dalam tahap pelaksanaan PPKS Tahap VII tahun ini.

Sumber: