BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

PalmCo Targetkan Kemitraan Sawit Rakyat 64.176 Ha pada 2029, BPDP Sebut PalmCo Paling Aktif Dampingi PSR

16 Agustus 2026|Kemitraan sawit rakyat 2029
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
PalmCo Targetkan Kemitraan Sawit Rakyat 64.176 Ha pada 2029, BPDP Sebut PalmCo Paling Aktif Dampingi PSR

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.

PalmCo menargetkan kemitraan sawit rakyat 64.176 ha pada 2029; BPDP mencatat PalmCo sebagai perusahaan paling aktif mendampingi PSR dengan luasan terbesar.

(2026/08/16) PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo menargetkan luas kemitraan sawit rakyat mencapai 64.176 hektare pada 2029, meningkat dari capaian 52.480 hektare pada Mei 2026.

PalmCo menyampaikan target ini dalam Sawit Indonesia Expo (SIEXPO) 2026 di Pekanbaru dan menekankan bahwa penguatan kemitraan petani merupakan langkah kunci untuk meningkatkan produktivitas hulu serta mendukung kebutuhan pangan dan energi nasional.

Direktur SDM dan Umum PTPN IV PalmCo Suhendri mengatakan peningkatan produktivitas sawit nasional menjadi tugas utama di hulu dan bahwa PTPN IV PalmCo secara teknis mengintensifkan program kemitraan. Menurut perhitungan perusahaan, peningkatan produktivitas sebesar 1,3 ton CPO per hektare di perkebunan rakyat dapat menambah produksi nasional sekitar 8,97 juta ton CPO.

PalmCo merinci lima program kemitraan utama yang sedang dijalankan: penyediaan benih dan percepatan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pendampingan agronomis, fasilitasi akses pembiayaan dan sarana produksi, penyerapan tandan buah segar (TBS) dengan sistem grading yang transparan, serta penguatan koperasi dan traceability. Per Mei 2026, luas lahan kemitraan tercatat 52.480 hektare yang mencakup revitalisasi, konversi karet ke sawit, serta PSR dengan dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Dalam pernyataan terpisah yang termuat pada versi mobile, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyebut PTPN IV PalmCo sebagai perusahaan paling aktif dalam pendampingan PSR secara nasional. Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP Dwi Nuswantara mengatakan PalmCo mencatat luasan pendampingan terbesar dibanding perusahaan lain dan menyebutkan urutan berikutnya yaitu Sinar Mas seluas 4.426 hektare dan Asian Agri seluas 3.204 hektare.

Dwi Nuswantara juga menjelaskan program PSR dengan dukungan dana BPDP telah berjalan sejak 2017, dan bahwa setiap tahun pemerintah mengalokasikan sekitar Rp3 triliun untuk peremajaan sekitar 100.000 hektare kebun sawit rakyat.

PalmCo menampilkan teknologi yang dipakai untuk memperkuat kemitraan di SIEXPO 2026, termasuk drone sprayer, drone geospasial, serta sistem PalmCo Business Cockpit untuk pemantauan operasional terintegrasi waktu nyata; perusahaan juga melaporkan beberapa koperasi binaan di Kabupaten Rokan Hulu mencatat produktivitas kebun lebih dari 20 ton per hektare.

Sebagai tambahan konteks operasional, PalmCo menyatakan target peta jalan perusahaan menaikkan luas kemitraan dari 52.480 hektare ke 64.176 hektare pada 2029, dan perusahaan mengaitkan peningkatan produktivitas tersebut dengan kemampuan mendukung program biodiesel B50 tanpa mengganggu alokasi ekspor.

Sumber: