Papua Nugini Bergabung dengan CPOPC dan Inovasi Batik Sawit di Panggung Internasional

Prabowo memberikan pidato penting tentang industri kelapa sawit di depan latar belakang bendera Merah Putih.
Papua Nugini resmi bergabung dengan Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC), sementara inovasi batik sawit diperkenalkan di Festival Inovasi Suzhou 2024 oleh alumni UNY.
Papua Nugini (PNG) telah resmi bergabung dengan Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Sawit (CPOPC), menandai langkah signifikan dalam upaya pengembangan industri kelapa sawit berkelanjutan. Keanggotaan ini diumumkan dalam sebuah seremoni hybrid yang diselenggarakan di Sekretariat CPOPC, Jakarta, pada 2 Januari 2025. Dengan bergabungnya PNG, CPOPC kini memiliki empat negara anggota, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Papua Nugini.
Dokumen aksesi diterima oleh Sekretaris Jenderal CPOPC Rizal Affandi Lukman dari Menteri Konselor Kedutaan Besar PNG di Jakarta, Gregory Hombuahin, dan Sekretaris Jenderal Perusahaan Industri Kelapa Sawit PNG, Kepson Pupita. Acara ini menandai selesainya proses aplikasi formal yang diajukan oleh PNG pada 27 Oktober 2020, menunjukkan komitmen negara ini terhadap keberlanjutan dan pengembangan industri kelapa sawit secara kolektif.
Bergabungnya PNG diharapkan dapat memperkuat posisi strategis CPOPC di panggung global dan mendorong praktik kelapa sawit yang lebih berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Hombuahin menyatakan, “Papua Nugini bangga menjadi bagian dari CPOPC, sebuah organisasi yang merefleksikan nilai-nilai keberlanjutan.”
- Dampak Geopolitik Terhadap Ekspor Minyak Sawit Indonesia di Tengah Ketegangan India-Pakistan (23 Februari 2026)
- Indonesia Memperkuat Kerja Sama Perdagangan Internasional di Tengah Ketidakpastian Global (23 Februari 2026)
- Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi Melalui Kerja Sama Internasional (23 Februari 2026)
- Peluang Emas Ekspor Sawit Indonesia di Pasar Global dan Perdagangan Bebas dengan Eropa (23 Februari 2026)
Sementara itu, di kancah internasional, inovasi berbasis lokal juga menarik perhatian. Miftahudin Nur Ihsan dan Dinar Indah Lufita Sari, alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), telah memperkenalkan batik sawit di Festival Inovasi Suzhou 2024. Acara yang diselenggarakan oleh National University of Singapore Research Institute (NUSRI) ini menjadi platform penting bagi inovator global untuk menjalin koneksi dengan perusahaan teknologi Tiongkok.
Tim dari CV. Smart Batik Indonesia, yang diwakili oleh Miftahudin dan Dinar, berusaha mempromosikan batik sawit sebagai salah satu bentuk inovasi yang menggabungkan budaya lokal dengan keberlanjutan industri. Kehadiran mereka di festival tersebut menunjukkan potensi besar produk lokal untuk bersaing di tingkat internasional. Miftahudin, selaku CEO, menegaskan bahwa produk mereka tidak hanya menjunjung tinggi nilai seni, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan yang sejalan dengan tren global saat ini.
Inisiatif dari PNG untuk bergabung dengan CPOPC dan upaya para alumni UNY dalam memperkenalkan batik sawit merupakan contoh nyata bagaimana industri kelapa sawit dapat beradaptasi dengan tantangan modern serta mengedepankan keberlanjutan. Dengan kolaborasi dan inovasi yang terus berkembang, harapan untuk industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing di pasar global semakin cerah.
Sumber:
- CPOPC Resmi Miliki Anggota Baru — Info Sawit (2025-01-02)
- Papua Nugini Resmi Bergabung ke CPOPC, Untuk Sawit Berkelanjutan — Info Sawit (2025-01-02)
- Alumni UNY Bawa Batik Sawit ke Festival Inovasi Suzhou 2024 — Hai Sawit (2025-01-02)