Papua Nugini Resmi Bergabung dalam CPOPC, Memperkuat Kerjasama Negara Produsen Kelapa Sawit

Prabowo memberikan pidato di Brussels untuk membahas industri kelapa sawit Indonesia dan isu-isu terkait.
Papua Nugini telah resmi bergabung sebagai anggota keempat Dewan Negara Produsen Minyak Kelapa Sawit (CPOPC), menandai langkah penting dalam kolaborasi industri kelapa sawit di tingkat internasional.
Papua Nugini secara resmi menjadi anggota keempat dalam Dewan Negara Produsen Minyak Kelapa Sawit (CPOPC), sebuah langkah yang diharapkan akan memperkuat kerjasama antar negara produsen kelapa sawit. Seremoni penyerahan instrumen aksesi berlangsung di kantor CPOPC di Jakarta, Indonesia, di mana perwakilan Papua Nugini menyerahkan dokumen resmi kepada Sekretaris Jenderal CPOPC.
Penerimaan Papua Nugini ke dalam CPOPC merupakan hasil dari proses aplikasi yang dimulai sejak 27 Oktober 2020. Dalam acara tersebut, Gregory Hombuahin, Minister Counsellor Kedutaan Besar Papua Nugini di Jakarta, dan Kepson Pupita, Sekretaris Jenderal Perusahaan Industri Kelapa Sawit PNG, menegaskan komitmen negara mereka terhadap praktik kelapa sawit yang berkelanjutan serta kemajuan industri secara kolektif. Hombuahin menyatakan bahwa keanggotaan ini adalah langkah signifikan dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Keanggotaan Papua Nugini dalam CPOPC diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam pengembangan kebijakan yang mendukung keberlanjutan produksi kelapa sawit. CPOPC sendiri dibentuk dengan tujuan untuk mengadvokasi kepentingan negara-negara penghasil minyak kelapa sawit dan meningkatkan kerjasama di antara anggotanya. Dengan bergabungnya Papua Nugini, CPOPC kini memiliki empat anggota, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Kolombia.
- Kelapa Sawit Menjadi Ikon Perdamaian dan Kemandirian di Berbagai Negara (23 Februari 2026)
- Kolaborasi Indonesia dan Pakistan untuk Meningkatkan Budidaya Kelapa Sawit (22 Februari 2026)
- Indonesia Perkuat Diplomasi Ekonomi Melalui Kerja Sama Internasional (23 Februari 2026)
- Perkembangan Strategis Kelapa Sawit Indonesia di Tengah Dinamika Global (23 Februari 2026)
Indonesia sebagai salah satu pendiri CPOPC menyambut baik bergabungnya Papua Nugini dan berharap dapat memperkuat kerjasama dalam mengatasi tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit, termasuk isu-isu lingkungan dan sosial. CPOPC berkomitmen untuk memberikan dukungan kepada anggotanya dalam menciptakan produksi kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan serta meningkatkan daya saing di pasar global.
Mengingat pentingnya kelapa sawit dalam perekonomian negara-negara anggota, kehadiran Papua Nugini di CPOPC diharapkan akan memperkuat posisi tawar negara-negara produsen minyak kelapa sawit di kancah internasional. Selain itu, kerjasama ini juga diharapkan dapat mendorong pertukaran pengetahuan dan teknologi yang lebih baik antara negara-negara anggota.
Secara keseluruhan, bergabungnya Papua Nugini dalam CPOPC menandakan komitmen negara ini untuk berkontribusi dalam pengembangan industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab, serta memperkuat solidaritas di antara negara-negara penghasil minyak kelapa sawit di seluruh dunia.
Sumber:
- Papua Nugini Negara Anggota Keempat Yang Bergabung CPOPC — Sawit Indonesia (2025-01-01)