Penurunan Harga Referensi CPO Juni 2025: Dampak dan Peningkatan Ekspor

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.
Harga referensi minyak sawit mentah (CPO) untuk Juni 2025 mengalami penurunan signifikan, sementara ekspor sawit Indonesia menunjukkan tren positif.
Kementerian Perdagangan Republik Indonesia telah mengumumkan penetapan Harga Referensi (HR) untuk minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) periode Juni 2025 sebesar USD 856,38 per metrik ton. Angka ini mengalami penurunan sebesar USD 68,08 atau 7,36% dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat USD 924,46 per metrik ton. Penurunan ini merupakan bagian dari Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1484 Tahun 2025 dan akan berlaku dari 1 hingga 30 Juni 2025.
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, Isy Karim, menjelaskan bahwa penurunan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya produksi CPO di Malaysia, proyeksi penurunan permintaan dari India, serta penguatan nilai dolar Amerika Serikat. Penetapan harga ini juga berfungsi sebagai acuan untuk Bea Keluar (BK) dan tarif Pungutan Ekspor (PE) yang dikelola oleh Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BLU BPDP-KS).
Sementara itu, di tengah penurunan harga referensi ini, data dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Indonesia mengalami peningkatan. Pada bulan Maret 2025, ekspor mencapai 2,88 juta ton, meningkat dari 2,56 juta ton di bulan yang sama tahun sebelumnya. Produksi CPO juga menunjukkan tren positif, dengan total produksi mencapai 4,39 juta ton pada bulan Maret, naik dari 3,79 juta ton pada bulan Februari 2025. Namun, stok minyak sawit pada akhir Maret mengalami penurunan menjadi 2,04 juta ton, menunjukkan adanya penyerapan yang lebih tinggi terhadap produk sawit.
- Kinerja CPO Positif 2026, Petani Minta Cangkang Dihitung dalam Harga (29 Maret 2026)
- Harga CPO Diproyeksi Meningkat Hingga USD 1.783 pada Juni 2026 (4 April 2026)
- Harga CPO dan Biodiesel Naik, Petani Perlu Waspada (2 April 2026)
- Harga CPO Naik Dorong Laba Cisadane Sawit Raya dan Saham Perkebunan Menguat (28 Maret 2026)
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut memberikan pandangannya mengenai harga CPO di pasar dunia. Ia mengungkapkan bahwa harga CPO kemungkinan akan naik seiring dengan implementasi program Biodiesel 50 (B50) di Indonesia, yang direncanakan pada tahun 2026. Menurutnya, jika Indonesia mengurangi ekspor CPO untuk memenuhi kebutuhan domestik dalam produksi B50, maka harga di pasar global akan terdampak. Indonesia saat ini menguasai sekitar 65% pasar CPO dunia, sehingga langkah ini bisa memicu fluktuasi harga di tingkat internasional.
Secara keseluruhan, meskipun harga referensi CPO menurun, situasi di pasar ekspor dan produksi menunjukkan adanya optimisme bagi para pelaku industri kelapa sawit. Kebijakan pemerintah dalam mengelola harga serta permintaan global yang dinamis menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan sektor ini di masa mendatang.
Sumber:
- Ini Cara Perhitungan dan Penyebab Turunnya HR CPO Periode Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-05-31)
- Kabar Baik, Ditetapkan Turun Harga Referensi CPO Periode Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-05-31)
- Naik, Ekspor Minyak Sawit Indonesia Tembus 2,88 Juta Ton pada Maret 2025 โ Kontan (2025-05-31)
- Harga Referensi CPO di Juni 2025 Melemah, Biji Kakao Menguat โ MetroTV (2025-05-31)
- Harga Referensi CPO Turun Jadi US$ 856,38 per MT, Ini Penyebabnya โ Detik (2025-05-31)
- Sri Mulyani Kerek Pungutan Ekspor, Harga Referensi CPO Juni 2025 Turun 7,36% โ Bisnis Indonesia (2025-05-31)
- Konsumsi dan Ekspor Sawit Meningkat, Stok Turun โ Hortus (2025-05-31)
- Mentan: Harga CPO di Pasar Dunia Naik saat Indonesia Implementasi B50 โ MetroTV (2025-05-31)