Penurunan Harga TBS Sawit di Riau dan Kaltim: Tantangan bagi Petani

Petani sedang memanen tandan buah segar kelapa sawit di kebun, menunjukkan proses penting dalam industri kelapa sawit Indonesia.
Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di beberapa daerah, terutama Riau dan Kalimantan Timur, mengalami penurunan signifikan, menimbulkan tantangan baru bagi para petani.
Dalam beberapa minggu terakhir, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau dan Kalimantan Timur menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Penurunan harga ini menjadi perhatian serius bagi para petani sawit, terutama di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.
Di Riau, tim penetapan harga dari Dinas Perkebunan Provinsi mengumumkan bahwa harga TBS sawit swadaya umur 9 tahun turun sebesar Rp 57,83 per kilogram, menjadi Rp 3.293,89/kg untuk periode 11-17 Juni 2025. Penurunan harga ini merupakan hasil dari rapat rutin yang diadakan oleh Tim Penetapan Harga Pembelian TBS yang dipimpin oleh Dr. Defris Hatmaja, Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan.
Harga TBS sawit untuk umur lainnya juga mengalami penurunan, seperti sawit umur 3 tahun yang kini berharga Rp 2.550,52/kg dan sawit umur 10-20 tahun yang berada di angka Rp 3.259,47/kg. Penurunan harga ini tidak hanya dirasakan oleh petani swadaya, tetapi juga oleh petani mitra plasma, yang mencatat rontok lebih dari Rp 100 per kilogram dalam periode yang sama.
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 1,09% pada 1 April 2026, B50 Jadi Penyebab Utama (1 April 2026)
- Harga Sawit Jambi Mencapai Rp3.669 per Kg di Pabrik (30 Maret 2026)
- Harga CPO KPBN Naik 0,62% Menjadi Rp 15.712/Kg pada 27 Maret 2026 (27 Maret 2026)
Di Kalimantan Timur, harga TBS sawit untuk periode II-Mei 2025 juga mengalami penyesuaian. Harga untuk sawit umur lebih dari 10 tahun turun sebesar Rp 32,64/kg menjadi Rp 3.240,10/kg. Hal ini menunjukkan bahwa tren penurunan harga TBS kelapa sawit tidak hanya terbatas pada Riau, tetapi juga meluas ke wilayah lainnya di Indonesia.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pun tidak tinggal diam. Dalam upaya untuk menciptakan mekanisme harga yang lebih adil dan berpihak kepada petani, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, mengungkapkan bahwa mereka sedang merumuskan aturan yang lebih transparan dalam penetapan harga TBS. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan lebih bagi para petani sawit di wilayah tersebut.
Kondisi ini menciptakan tantangan serius bagi para petani, terutama mereka yang bergantung pada pendapatan dari hasil perkebunan sawit. Penurunan harga TBS berdampak pada daya beli petani dan dapat mempengaruhi keberlanjutan usaha mereka. Oleh karena itu, perhatian yang lebih besar dari pemerintah dan pihak terkait sangat diperlukan untuk mengatasi masalah ini dan menciptakan stabilitas harga yang berkelanjutan.
Dengan tantangan yang dihadapi oleh petani sawit, kolaborasi antara pemerintah, asosiasi petani, dan perusahaan sawit diperlukan untuk menciptakan solusi yang saling menguntungkan. Langkah-langkah yang lebih konkrit dalam kebijakan harga serta transparansi dalam industri sawit akan sangat berpengaruh dalam mengatasi permasalahan ini di masa mendatang.
Sumber:
- Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 11-17 Juni 2025 Turun Rp57,83 Per Kg โ Info Sawit (2025-06-11)
- Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Mei 2025 Turun Rp32,64 per Kg โ Info Sawit (2025-06-11)
- Turun Nyaris Rp 60 Harga TBS Mitra Swadaya Riau Periode 11 โ 17 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-11)
- Rontok Lebih Rp 100 Harga TBS Mitra Plasma Riau Periode 11 โ 17 Juni 2025 โ Media Perkebunan (2025-06-11)
- Harga TBS Kelapa Sawit Kemitraan Swadaya Riau Periode 11 โ 17 Juni 2025 Rp3.293,89 per Kg โ Sawit Indonesia (2025-06-11)
- Hadiri Pengukuhan DPW Apkasindo Sumbar, Wagub Vasko Berjanji Terbitkan Aturan Harga TBS Yang Berpihak kepada Petani โ Sawit Indonesia (2025-06-11)