BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Budidaya & Agronomi

Perkembangan Terkini Harga TBS dan Inisiatif Peremajaan Sawit di Indonesia

1 Maret 2026|Harga TBS Sawit Aceh
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Perkembangan Terkini Harga TBS dan Inisiatif Peremajaan Sawit di Indonesia

Foto aerial menunjukkan kebun sawit yang luas di Indonesia, menyoroti perkembangan industri kelapa sawit yang pesat.

Harga TBS sawit di Aceh mengalami penurunan, sementara di Kalsel tetap tinggi. Di sisi lain, program peremajaan sawit menjadi fokus untuk keberlanjutan industri.

(2026/03/01) Indonesia menyaksikan dinamika harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang bervariasi di beberapa provinsi. Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh baru saja menetapkan harga TBS untuk periode 24 Februari hingga 10 Maret 2026, yang mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Di Aceh bagian Timur, harga TBS untuk kelompok umur 10-20 tahun tercatat sebesar Rp3.314 per kilogram, sedangkan di Aceh bagian Barat sedikit lebih rendah, yakni Rp3.268 per kilogram. Penetapan harga ini menunjukkan perbedaan yang cukup signifikan berdasarkan lokasi dan usia tanaman.

Sementara itu, produksi TBS di Aceh masih tergolong normal dengan rata-rata sekitar 1.400 kg per hektare per bulan. Namun, petani di Aceh mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap indeks K yang saat ini masih berada di angka 87 persen, yang dinilai kurang kompetitif dibandingkan dengan provinsi lain. Ketua DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Aceh, Netap Ginting, menyatakan bahwa hal ini perlu menjadi perhatian serius agar penetapan harga dapat lebih akurat dan menguntungkan petani.

Di sisi lain, harga TBS di Kalimantan Selatan tetap menunjukkan tren positif dengan harga mencapai Rp3.437,73 per kilogram untuk kelompok umur 10-20 tahun pada akhir Februari 2026. Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel, Suparmi, menjelaskan bahwa harga tersebut mencerminkan konsistensi dalam produksi dan permintaan di pasar, meskipun pernah mengalami penurunan di pertengahan tahun sebelumnya.

Dalam upaya mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit, program peremajaan sawit juga menjadi fokus penting. Kebun Air Molek 2 di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau, siap melaksanakan program peremajaan seluas 862 hektare yang dijadwalkan akan dimulai pada Mei hingga Juli 2026. Manajer Kebun Air Molek 2, Eka Surya Darmawan, menekankan bahwa peremajaan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dan meningkatkan produktivitas jangka panjang.

Selain itu, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mencatat bahwa Aceh menjadi provinsi dengan realisasi peremajaan sawit rakyat tertinggi, diikuti oleh Sumatera Selatan dan Riau. Dengan luas perkebunan sawit petani yang telah mengikuti program peremajaan mencapai 76.094 hektare dan dana yang tersalurkan mencapai Rp2,64 triliun, Aceh menunjukkan komitmen yang kuat untuk meningkatkan keberlanjutan sektor kelapa sawit.

Penggunaan teknologi juga berperan penting dalam pengelolaan distribusi TBS. Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat, menyebutkan bahwa sistem pemantauan berbasis digital telah diterapkan untuk memantau distribusi TBS dari kebun hingga pabrik. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam rantai pasok, terutama menjelang bulan Ramadan dan Lebaran yang diprediksi akan meningkatkan permintaan bahan baku minyak goreng.

Dengan adanya berbagai inisiatif dan perhatian terhadap harga serta kualitas TBS, diharapkan industri kelapa sawit Indonesia dapat terus berkontribusi positif terhadap perekonomian nasional, sambil tetap menjaga keberlanjutan lingkungan.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Aceh Periode 24 Februari–10 Maret 2026 Turun, Wilayah Timur Tembus Rp3.314 per Kg — Info Sawit (2026-03-01)
  • Dirjen Perkebunan Gunakan Sistem Digital Lacak Alur TBS Sawit Sampai ke Pabrik — Sawit Indonesia (2026-03-01)
  • Kebun Air Molek 2 Siap Remajakan 862 Ha Sawit Renta Jaga Keberlanjutan — Elaeis (2026-03-01)
  • 5 Provinsi Tertinggi Realisasikan Peremajaan Sawit Rakyat — Sawit Indonesia (2026-03-01)
  • Harga TBS Kalsel Tetap Tinggi di Akhir Februari Rp3.437,73 per kg — Sawit Indonesia (2026-03-01)
  • Indeks K Aceh Masih 87 Persen, Petani Desak Koreksi Indeks K dan Potongan TBS — Elaeis (2026-03-01)