Peremajaan Sawit Rakyat dan Pengamanan Aset PTPN di Kalimantan Selatan

Logo PTPN 4 Palmco, perusahaan perkebunan negara, mencerminkan komitmen terhadap industri kelapa sawit Indonesia yang berkelanjutan.
Kalimantan Selatan menargetkan peremajaan sawit rakyat seluas 1.600 ha, sementara pengamanan aset PTPN dilakukan untuk mencegah pencurian di Natar.
(2026/03/29) Kalimantan Selatan menargetkan peremajaan sawit rakyat seluas 1.600 hektare pada tahun 2026. Program ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas kelapa sawit petani, sementara di lokasi lain, pengamanan aset PTPN di Natar dilakukan oleh pihak kepolisian dan TNI untuk mencegah pencurian buah sawit.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan, telah menetapkan lima kabupaten sebagai lokasi peremajaan sawit rakyat. Kelima kabupaten tersebut adalah Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru. Suparmi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan, menjelaskan bahwa penetapan ini didasarkan pada potensi perkebunan kelapa sawit rakyat yang memerlukan peremajaan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi.
Program peremajaan ini diharapkan dapat membantu petani sawit dalam meningkatkan hasil panen mereka, terutama di tengah tantangan yang dihadapi industri sawit saat ini. Selain itu, topik ini juga penting mengingat sawit merupakan salah satu komoditas utama di Indonesia yang berkontribusi pada perekonomian negara.
- Harga TBS Sawit Sumut Meningkat Menjadi Rp 4.065,95 per Kg pada April 2026 (3 April 2026)
- Produktivitas dan Kebijakan Terbaru di Sektor Perkebunan Sawit Indonesia (26 Maret 2026)
- PTPN IV PalmCo Realisasikan 2.287 Ha Peremajaan Sawit Rakyat di 2026 (3 April 2026)
- PalmCo Memimpin Pendampingan Peremajaan Sawit Rakyat di Indonesia (3 April 2026)
Di sisi lain, pada tanggal yang sama, pihak kepolisian dan TNI melaksanakan operasi pengamanan aset PTPN di kawasan Natar. Pengamanan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi pencurian buah kelapa sawit yang dapat merugikan petani dan perusahaan. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat malam, 27 Maret 2026, dan menunjukkan komitmen pemerintah dalam melindungi aset-aset penting di sektor perkebunan.
Dengan adanya dua perkembangan ini, diharapkan industri sawit di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan, dapat terus berkembang dengan baik. Peremajaan sawit rakyat di satu sisi dan pengamanan aset di sisi lain mencerminkan upaya kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga keberlanjutan sektor ini. Hal ini menjadi penting mengingat tantangan yang dihadapi oleh para petani dalam mendapatkan hasil yang optimal dari kebun mereka.
“Kami berharap melalui peremajaan ini, produktivitas dapat meningkat dan petani dapat lebih sejahtera,” kata Suparmi. Sementara itu, pengamanan aset oleh TNI dan Polri menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi kelapa sawit, yang merupakan salah satu tulang punggung perekonomian daerah.
Sumber: