Petani Kelapa Sawit di Banten Raih Keuntungan Melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat

Gambar menunjukkan lahan yang sedang diremajakan dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk mendukung kebijakan pemerintah.
Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Banten membantu petani mengoptimalkan lahan dan meningkatkan pendapatan melalui intercropping padi gogo.
Petani kelapa sawit di Desa Curuglanglang, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, kini merasakan manfaat signifikan dari Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian. Dengan mengimplementasikan sistem intercropping, mereka tidak hanya mengolah kelapa sawit tetapi juga berhasil menanam padi gogo yang memberikan cuan tambahan bagi mereka.
Ketua Kelompok Tani Harapan 1, Agus Salim, menyatakan bahwa program ini sangat membantu para petani dalam meningkatkan pendapatan mereka. Menurutnya, panen perdana padi gogo yang dilakukan secara tumpangsari di lahan perkebunan sawit telah membawa hasil yang menggembirakan. "Kami sangat bersyukur atas dukungan Kementerian Pertanian dalam memfasilitasi kegiatan ini," ujarnya.
Program PSR bertujuan untuk memperbaiki produktivitas kebun sawit yang sudah ada dan mengurangi penggunaan lahan baru dengan cara yang lebih berkelanjutan. Dengan mengintegrasikan tanaman padi gogo, petani tidak hanya memperoleh hasil dari kelapa sawit tetapi juga dari padi, sehingga memperluas sumber pendapatan mereka di tengah tantangan ekonomi yang ada.
- Transformasi Petani Sawit: Inisiatif dan Inovasi Terkini di Indonesia (3 April 2026)
- GAPKI Usulkan Skema Jaminan Hidup untuk Peremajaan Sawit Rakyat (31 Maret 2026)
- SPKS Kembangkan PSR di Aceh Utara Melalui Silaturahmi Ramadan (10 Maret 2026)
- Kebangkitan Petani Kelapa Sawit: Pelatihan dan Program Peremajaan Berbasis Kualitas (23 Februari 2026)
Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan memanfaatkan lahan yang ada secara efisien, petani dapat menjaga kelestarian lingkungan sambil tetap mengoptimalkan hasil pertanian mereka. Ini merupakan langkah yang sangat positif dalam mengatasi masalah ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Keberhasilan program PSR di Banten ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi praktik pertanian berkelanjutan yang serupa. Para petani diharapkan dapat terus berinovasi dan berkolaborasi dengan pemerintah dan pihak swasta dalam mengembangkan teknik pertanian yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Sumber:
- Ikut Program PSR, Petani di Banten Raup Cuan dari Padi Gogo — Media Perkebunan (2025-03-03)