Petani Sawit Dunia Resmi Bentuk WCOPS di IKN lewat Penandatanganan Joint Statement pada IOPS Forum 2026

Seorang petani sawit memegang tandan buah segar, berlatar pabrik dalam industri kelapa sawit Indonesia yang terus berkembang.
Delegasi smallholders dari tujuh negara menandatangani Joint Statement dan meluncurkan logo WCOPS di IKN untuk memperkuat posisi petani dalam tata kelola sawit internasional.
(2026/08/27) Organisasi petani kelapa sawit dari tujuh negara menandatangani Joint Statement dan meluncurkan World Coalition of Oil Palm Smallholders (WCOPS) pada pembukaan International Oil Palm Smallholders (IOPS) Forum 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Kamis (27/8/2026).
Penandatanganan Joint Statement itu menjadi titik awal pembentukan koalisi lintas negara yang dirancang sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi organisasi petani sawit dalam menghadapi isu strategis industri sawit global. Ketua Panitia IOPS Forum 2026 Djono A. Burhan mengatakan penyusunan Joint Statement merupakan agenda utama forum dan dimaksudkan untuk memperkuat posisi petani dalam pembahasan keberlanjutan.
Djono menekankan bahwa keberlanjutan yang dibahas bukan semata soal lingkungan melainkan juga aspek ekonomi dan posisi petani dalam rantai nilai dan regulasi internasional. Dalam sambutannya, Djono menyampaikan apresiasi kepada delegasi domestik dari Aceh hingga Papua dan delegasi mancanegara dari Malaysia, Ghana, Nigeria, Honduras, Thailand, dan Pantai Gading yang hadir dalam forum tersebut.
- Pasokan Menyusut, Stok Sawit Malaysia Terendah 7 Bulan Dorong Kenaikan Nilai (5 September 2026)
- Karantina Lampung Lepas Ekspor 14 Ribu Ton PKE ke Selandia Baru (4 Juli 2026)
- India dan Thailand Ambil Langkah Kendalikan Pasokan Minyak Sawit di Tengah Krisis Global (6 April 2026)
- Persyaratan Ekspor Minyak Sawit ke Swedia dan Amerika Serikat 2026 (2 April 2026)
WCOPS menghimpun 12 organisasi petani dari tujuh negara. Dari Indonesia tercatat lima organisasi: Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO), SAMADE, FORTASBI, SPKS, dan ASPEKPIR. Perwakilan APKASINDO hadir dengan Ketua Umum DPP APKASINDO Gulat Medali Emas Manurung menandatangani Joint Statement atas nama organisasi tersebut.
Delegasi luar negeri yang ikut menandatangani antara lain NPPAN (Nigeria); DOPPA dan PKPKM (Malaysia); FENAPALMAH (Honduras); OPDAG (Ghana); Krabi Oil Palm Growers’ Cooperative Federation (Thailand); serta AIPH (Pantai Gading). Peluncuran logo WCOPS juga dilakukan di IKN; logo itu dirancang memadukan unsur dari logo organisasi peserta sebagai representasi persatuan smallholders secara internasional.
Agenda IOPS Forum 2026 tidak hanya menempatkan Joint Statement sebagai fokus, tetapi juga membahas perbandingan harga sawit antarnegara, ketelusuran berbasis bukti (evidence based traceability), teknologi, dan sertifikasi. Djono menyebutkan bahwa pembahasan harga penting karena harga merupakan salah satu persoalan utama petani, dan bahwa perspektif petani kerap terabaikan dalam diskusi ketelusuran serta standar keberlanjutan.
Dalam laporan panitia yang dibacakan Djono, forum diarahkan untuk berujung pada langkah konkret: penguatan diplomasi petani terhadap isu ketelusuran, peningkatan posisi tawar, serta dukungan untuk kesejahteraan petani melalui kerja sama internasional dan inovasi teknologi. Rangkaian IOPS Forum 2026 dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari dengan sesi-sesi tematik yang melibatkan perwakilan smallholders dan organisasi mitra.
Sumber: