PSR Terealisasi 427.441 Ha, BPDP Biayai Beasiswa 5.000 Mahasiswa Sawit

Logo BPDP yang terintegrasi dengan latar belakang kebun kelapa sawit, mencerminkan dukungan pemerintah terhadap industri kelapa sawit Indonesia.
(2026/08/21) Program sawit rakyat (PSR) telah terealisasi 427.441 hektare dengan dana Rp12,14 triliun dan diperkirakan menyerap hingga 1 juta tenaga kerja.
(2026/08/21) Program sawit rakyat (PSR) telah terealisasi 427.441 hektare dengan total pendanaan Rp12,14 triliun dan diperkirakan menyerap hingga 1 juta tenaga kerja, kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
Penandatanganan pendanaan PSR dan program beasiswa kelapa sawit dengan sembilan perguruan tinggi disaksikan di Kantor Kemenko Perekonomian pada 20 Agustus 2026, menandai perluasan dukungan fiskal dan pendidikan untuk sektor kelapa sawit.
Airlangga menyatakan bahwa realisasi PSR sejak 2017 hingga Juli 2026 mencapai 427.441 hektare dengan total dana Rp12,14 triliun, dan program ini diperkirakan dapat menyerap tenaga kerja sampai dengan 1 juta orang.
- Ratusan Pekerja PT BSU Minta Penundaan Eksekusi Lahan untuk Hindari PHK Massal (28 Agustus 2026)
- 150 Mahasiswa ITSI Dilatih Analisis Sentimen Media Sosial Sawit (3 April 2026)
- INSTIPER Lepas 671 Mahasiswa Magang, 85% Pilih Industri Kelapa Sawit (31 Juli 2026)
- Krisis Lapangan Kerja: Buruh Perkebunan Sawit Terpinggirkan di Indonesia (2 April 2026)
Menurut Airlangga, PSR juga terkait langsung dengan kebijakan biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto pada 9 Juli 2026 karena kebijakan tersebut menaikkan kebutuhan CPO untuk biodiesel dari 15,6 juta menjadi 18 juta kiloliter, sehingga meningkatkan permintaan bahan baku.
BPDP (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) berperan menghimpun dana untuk membiayai aktivitas program ketahanan energi melalui biodiesel B50, dan Airlangga menilai kinerja BPDP penting dalam mendukung PSR dan program terkait.
Dalam kerjasama yang diteken, BPDP mendorong pemberian beasiswa kelapa sawit kepada mahasiswa; beasiswa itu awalnya ditargetkan untuk 5.000 mahasiswa di seluruh Indonesia dan melibatkan sembilan perguruan tinggi.
Airlangga menyebutkan mitra PSR tercatat 42 wilayah dari Aceh hingga Papua, serta menantang agar beasiswa 5.000 mahasiswa dapat ditingkatkan empat kali menjadi 20.000 mahasiswa untuk memperkuat sumber daya manusia sektor sawit.
Penyelenggaraan beasiswa oleh BPDP diposisikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas kebun sawit melalui pendidikan dan pelatihan; program ini dipasangkan dengan skema pendanaan PSR dan dukungan perbankan penyalur.
Penandatanganan melibatkan tiga pihak yaitu sawit rakyat, BPDP, dan bank penyalur serta lima kelembagaan pekebun yang menjadi bagian dari struktur pendanaan dan pelaksanaan program di lapangan.
Airlangga menegaskan keterkaitan antara tujuan ketahanan energi dan perluasan kapasitas produksi sawit melalui PSR, serta menekankan pentingnya peningkatan produktivitas sawit bagi pemenuhan kebutuhan biodiesel B50 yang lebih tinggi.
Rencana peningkatan jumlah penerima beasiswa menjadi 20.000 mahasiswa menjadi katalis bagi pengembangan sumber daya manusia di ekosistem sawit, sementara realisasi lahan dan alokasi dana Rp12,14 triliun menjadi ukuran capaian administratif hingga Juli 2026.
Jadwal implementasi rinci program beasiswa, mekanisme seleksi perguruan tinggi, dan alokasi dana per mahasiswa belum dirinci dalam pernyataan yang disampaikan pada konferensi pers 20 Agustus 2026.
Sumber: