BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Infrastruktur

SPKS dan BPDP Latih Petani Aceh Utara Produksi Pupuk Organik untuk Dorong Hilirisasi dan UMKM

19 Juli 2026|Gandeng BPDP, SPKS Latih
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
SPKS dan BPDP Latih Petani Aceh Utara Produksi Pupuk Organik untuk Dorong Hilirisasi dan UMKM

Logo SPKS mewakili Serikat Pekerja Kelapa Sawit dalam industri kelapa sawit Indonesia, berfokus pada kesejahteraan petani.

SPKS bersama BPDP menggelar workshop dan praktik lapangan pembuatan pupuk organik berbahan baku sawit untuk meningkatkan nilai tambah dan pemberdayaan koperasi petani di Aceh Utara.

(2026/07/19) Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) menyelenggarakan Workshop Inisiasi Pengembangan Produk UMKM Turunan Sawit dan Praktik Lapangan Produksi Pupuk Organik Berbahan Baku Sawit bagi petani dan koperasi di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh pada 9 Juli lalu, sebagai bagian dari upaya hilirisasi sawit rakyat.

Kegiatan ini dimaksudkan memperkuat kemandirian ekonomi petani melalui pengembangan produk turunan sawit yang memberi nilai tambah di luar penjualan tandan buah segar (TBS). SPKS menilai mayoritas petani masih bergantung pada pendapatan TBS sehingga rentan terhadap fluktuasi harga, sehingga pengembangan usaha produktif berbasis koperasi dianggap perlu untuk diversifikasi pendapatan petani.

Ketua Umum SPKS, Sabarudin, menyatakan bahwa petani tidak boleh hanya menjadi produsen bahan baku dan menekankan perlunya hilirisasi yang menciptakan nilai tambah langsung bagi petani. Dia menyebutkan pupuk organik berbahan baku sawit sebagai salah satu produk yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan kebun sekaligus menjadi peluang usaha bagi koperasi petani, dan menyebut kegiatan itu sebagai momentum bagi UMKM perkebunan untuk naik kelas.

SPKS menyoroti potensi limbah sawit yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi; selain menekan biaya produksi kebun, pupuk tersebut juga disebut sebagai alternatif dukungan terhadap praktik budidaya sawit yang ramah lingkungan. Ketua SPKS Aceh Utara, Abu Bakar AR, menyampaikan bahwa pelatihan dirancang memberi pemahaman teoritis sekaligus keterampilan praktik lapangan kepada petani dan pengurus koperasi.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menegaskan komitmen BPDP untuk memperkuat pemberdayaan petani dan pelaku UMKM perkebunan melalui program-program strategis. Helmi merinci bahwa dukungan BPDP meliputi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), pengembangan sarana dan prasarana, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang menurutnya telah dirasakan manfaatnya oleh petani di berbagai daerah.

Pelatihan yang digelar oleh SPKS dan BPDP bertujuan juga untuk mendorong koperasi petani menjadi unit bisnis yang mengolah bahan baku sawit menjadi produk bernilai tambah. Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan produk turunannya, praktik pembuatan pupuk organik dari limbah sawit, serta pembekalan manajemen usaha bagi pelaku UMKM perkebunan agar hasil produksi dapat dipasarkan dan dikelola oleh koperasi.

Menurut siaran pers yang diterima elaeis.co pada 18 Juli, inisiatif ini merupakan bagian dari upaya lebih luas untuk membangun industri sawit yang inklusif; BPDP dinyatakan akan terus mendukung kapasitas petani, koperasi, dan pelaku UMKM melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan. Workshop di Aceh Utara dilaksanakan pada 9 Juli 2026 dan menghadirkan pelatihan teori serta praktik lapangan bagi petani dan pengurus koperasi.

Sumber: