Tumpang Sari Padi Gogo di Lahan Sawit: Strategi Ketahanan Pangan di Sumatera Utara

Satgas PKH melakukan penyitaan lahan sawit di kawasan hutan negara.
Kementerian Pertanian mendorong program tumpang sari padi gogo di lahan sawit untuk meningkatkan ketahanan pangan, meskipun harga Tandan Buah Segar sawit sedang mengalami penurunan.
Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pertanian, mengintensifkan program tumpang sari padi gogo di lahan kelapa sawit sebagai langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penggunaan lahan perkebunan sawit untuk penanaman padi gogo adalah keharusan guna mencapai swasembada pangan, khususnya di daerah Sumatera Utara.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih besar untuk memanfaatkan lahan Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) demi meningkatkan produktivitas pertanian. Kementerian Pertanian menargetkan penanaman padi gogo di lahan kering seluas 26.326 hektare pada tahun 2025. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan, tetapi juga memastikan keberlanjutan sektor perkelapasawitan yang saat ini menghadapi tantangan harga yang terus menurun.
Saat ini, harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Sumatera Utara mengalami penurunan yang signifikan. Data dari Dinas Perkebunan setempat menunjukkan bahwa harga TBS periode 2-4 Februari 2025 tercatat sebesar Rp 3.329 per kilogram, turun dibandingkan harga sebelumnya yang mencapai Rp 3.372 per kilogram. Selain itu, harga CPO juga mengalami penurunan, kini berada di angka Rp 13.506. Penurunan ini menjadi perhatian serius bagi para petani dan pelaku industri sawit, yang saat ini sedang berjuang mempertahankan profitabilitas dalam situasi pasar yang lesu.
- BPDPKS Tetapkan Standar Nilai Khusus Beasiswa Sawit untuk Papua (20 Maret 2026)
- Pemerintah Tetapkan DBH Sawit Minimal 4 Persen, Perkuat Keadilan Fiskal (27 Maret 2026)
- Kebijakan Baru Sawit: Perlindungan Anak dan Standar Gaji 2026 (29 Maret 2026)
- Kebijakan Baru untuk Industri Sawit: Beasiswa dan Larangan Kerja Anak (30 Maret 2026)
Dengan kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan para petani, diharapkan program tumpang sari ini dapat memberikan manfaat ganda. Selain meningkatkan produksi pangan, tumpang sari padi gogo di lahan sawit diharapkan mampu mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan pendapatan petani. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor pangan, sekaligus menjaga keseimbangan ekonomi di sektor pertanian dan perkebunan.
Keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, petani, dan masyarakat. Dengan adanya sinergi yang baik, diharapkan target luas penanaman padi gogo dapat tercapai dan memberikan kontribusi signifikan bagi ketahanan pangan nasional, meskipun tantangan harga sawit yang turun tetap harus dihadapi.
Sumber:
- Mentan Andi Amran: Tumpang Sari di Kebun Sawit adalah Keharusan untuk Ketahanan Pangan โ Hai Sawit (2025-02-02)
- Harga TBS Sawit di Sumut Terus Turun Hingga Awal Februari 2025 โ Detik (2025-02-02)
- Sumut Genjot Produksi Padi Gogo di Lahan Sawit, Target 26.326 Ha di 2025 โ Hai Sawit (2025-02-02)