BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Benih & Bibit

Astra Agro Perkuat Riset dan Benih Unggul untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit

12 Juni 2026|Astra Agro Dorong Inovasi
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Astra Agro Perkuat Riset dan Benih Unggul untuk Tingkatkan Produktivitas Sawit

Para petani mengikuti pelatihan literasi sawit oleh BPDP di kebun kelapa sawit untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka.

Astra Agro menegaskan pengembangan benih unggul dan R&D sebagai strategi meningkatkan produktivitas sawit dari lahan eksisting, seiring data Kementan 2025 yang menunjukkan produktivitas 2,75 ton CPO/ha.

(2026/06/12) PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan inovasi benih unggul dan penguatan riset sebagai kunci meningkatkan produktivitas kelapa sawit tanpa perlu membuka lahan baru, kata Senior Vice President Research & Development Cahyo Sri Wibowo dalam Indonesia Seed Industry Leadership Forum 2026 di Yogyakarta.

Data Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian periode 2025 menunjukkan luasan perkebunan kelapa sawit Indonesia 16,9 juta hektare dengan total produksi 46,55 juta ton Crude Palm Oil (CPO), sehingga produktivitas nasional tercatat sekitar 2,75 ton CPO per hektare per tahun. Angka ini menjadi dasar argumen pihak industri bahwa intensifikasi lebih prioritas dibanding ekspansi lahan.

Menurut pernyataan yang disampaikan Cahyo di forum yang diselenggarakan Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada, benih merupakan fondasi performa tanaman sepanjang siklus hidupnya dan oleh karena itu pengembangan varietas unggul menjadi langkah strategis Astra Agro untuk meningkatkan output dari lahan yang ada. Pernyataan itu dicatat sebagai bagian dari sesi Executive Leadership Panel: Talent and Technology for the Next Decade.

Astra Agro menjadikan riset dan pengembangan melalui pusat Research & Development perusahaan sebagai pijakan jangka panjang. Fokus R&D diarahkan pada varietas yang tidak hanya memiliki potensi produksi tinggi tetapi juga ketahanan terhadap hama dan penyakit tanaman yang menjadi tekanan utama di lapangan, demikian yang disampaikan dalam materi forum.

Perusahaan mencatat langkah konkret: pada 2025 Astra Agro merilis tiga varietas bibit unggul terbaru โ€” DxP AAL Nirmala MRG, DxP AAL Lestari MRG, dan DxP AAL Sejahtera MRG โ€” yang merupakan pengembangan dari varietas AAL Nirmala, AAL Lestari, dan AAL Sejahtera yang diluncurkan pada 2020. Ketiga varietas baru dikembangkan dengan perhatian terhadap tantangan penyakit di lapangan dan peningkatan produktivitas kebun.

Konteks masalah yang dihadapi industri diperkuat oleh pola penuaan tanaman dan stagnasi produktivitas yang disebut di forum; banyak kebun memasuki fase usia tua sehingga potensi produksi menurun bila tidak dilakukan peremajaan dan perbaikan material tanam. Tekanan hama dan penyakit juga disebut sebagai salah satu faktor yang menghambat capaian produktivitas nasional.

Pernyataan Cahyo dan rilis varietas 2025 menjadi bagian dari upaya korporasi untuk mendorong intensifikasi sebagai solusi. Selain memperkenalkan varietas baru, Astra Agro menekankan peran peningkatan quality control perbenihan dan kegiatan riset sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk menjaga performa kebun.

Dalam forum tersebut Cahyo mengatakan, "Benih unggul adalah kunci utama untuk membangun generasi baru perkebunan kelapa sawit yang berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan." Pernyataan itu menegaskan posisi perusahaan terhadap kebutuhan memperbaiki material tanam sebagai alternatif terhadap pembukaan lahan baru.

Astra Agro menempatkan peluncuran varietas dan penguatan R&D sebagai tindak lanjut terhadap tantangan produktivitas yang teridentifikasi oleh data Kementerian Pertanian 2025, serta sebagai bagian dari strategi perusahaan menghadapi ancaman penyakit dan meningkatkan output kebun eksisting.

Sumber: