BeritaSawit.id
📊 Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

CPO KPBN Withdraw, Bursa Malaysia Turun; Kekhawatiran Stok dan Ekspor Beratkan Harga

27 Agustus 2026|Harga KPBN Inacom Masih
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
CPO KPBN Withdraw, Bursa Malaysia Turun; Kekhawatiran Stok dan Ekspor Beratkan Harga

Gambar menunjukkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) yang dihasilkan dari buah kelapa sawit segar di Indonesia.

(2026/08/27) Harga CPO KPBN withdraw Rp244/kg; kontrak CPO Bursa Malaysia turun RM93/ton ke RM4.853, dorong kekhawatiran kenaikan pasokan.

(2026/08/27) Harga CPO di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) tercatat withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.600/kg, turun Rp244/kg atau 1,54% dari Rp15.844/kg pada Senin (24/8/2026), sementara kontrak acuan CPO di Bursa Malaysia Derivatives untuk pengiriman November turun RM93 per ton atau 1,88% ke RM4.853 per ton metrik pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Penurunan harga domestik serta berjangka terjadi di tengah koreksi pasar setelah reli sebelumnya; Bursa Malaysia mencatat penurunan dua sesi berturut-turut menyusul kenaikan lima sesi yang mendorong CPO menutup di atas RM5.000 per ton pada 21 Agustus 2026, ketika kenaikan sebelumnya membuat sawit kurang kompetitif terhadap minyak kedelai.

Data KPBN yang dihimpun InfoSAWIT menunjukkan beberapa titik harga mengalami withdraw: CPO Franco Dumai dibuka Rp15.850/kg namun penawaran tertinggi berakhir Rp15.600/kg; CPO FOB Talang Duku dibuka Rp15.600/kg namun penawaran tertinggi Rp15.309/kg; dan CPO Franco Teluk Bayur dibuka Rp15.650/kg namun penawaran tertinggi Rp15.293/kg.

Survei kargo yang dikutip dalam laporan juga memperlihatkan ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang 1–25 Agustus mengalami penurunan antara 11,4% hingga 20% dibandingkan periode sebelumnya; pasar khawatir penurunan permintaan ini akan meningkatkan persediaan ketika Malaysia memasuki puncak produksi pada September–Oktober.

Pergerakan harga di bursa lain menunjukkan dinamika pasar minyak nabati global: kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 0,19%, kontrak minyak sawit di bursa yang sama turun 0,62%, dan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade melemah 1,68%—angka-angka ini tercatat dalam rangkaian data pergerakan komoditas yang memengaruhi kompetisi harga antar minyak nabati.

Di pasar domestik, tekanan harga ikut tercermin pada mekanisme penawaran KPBN yang mengindikasikan buyer caution; kombinasi melemahnya kontrak berjangka dan survei ekspor yang lemah memicu kekhawatiran mengenai akumulasi stok ketika panen memasuki puncak. Sebelum koreksi ini, kenaikan lima sesi hingga 21 Agustus menghasilkan penguatan sekitar 6,54% pada CPO Bursa Malaysia dibanding ranking sebelumnya.

Rangkaian data terakhir menunjukkan katalis yang perlu dicermati pelaku pasar: periode puncak produksi Malaysia pada September–Oktober, survei kargo ekspor 1–25 Agustus yang melaporkan penurunan 11,4%–20%, dan level kontrak November di RM4.853/ton. Penjadwalan tender dan data ekspor lanjutan diperkirakan akan menentukan arah selanjutnya pada pekan mendatang.

Sumber: