Harga CPO KPBN Naik Tipis, Bursa Malaysia Melemah Dipengaruhi Pasar Global dan Ringgit

Seorang pekerja pelabuhan anonim berdiri membelakangi kamera mengawasi pemuatan drum CPO ke kapal kargo. Latar dermaga, crane, kapal, dan tumpukan drum menggambarkan aktivitas ekspor minyak sawit.
(2026/07/17) Harga CPO KPBN tercatat naik Rp61/kg ke Rp15.650/kg sementara kontrak CPO Bursa Malaysia turun RM42 atau 0,52% ke RM4.577/ton.
(2026/07/17) Harga CPO KPBN tercatat naik Rp61/kg ke Rp15.650/kg pada Kamis (16/7/2026), sementara kontrak acuan di Bursa Malaysia Derivatives turun RM42 atau 0,52% menjadi RM4.577 per metrik ton.
KPBN melaporkan kenaikan harga domestik setelah harga penawaran tertinggi pada Rabu (15/7/2026) tercatat Rp15.589/kg, sehingga kenaikan Rp61/kg atau sekitar 0,39% mencerminkan penyesuaian tender lokal meskipun pasar berjangka regional melemah.
Di sisi tender, KPBN menetapkan beberapa level harga fisik: Franco Belawan & Kuala Tanjung Rp15.650/kg (BEST), Franco Tanjung Priok dibuka Rp15.650/kg namun WD dengan penawaran tertinggi Rp15.527/kg, serta FOB Talang Duku dibuka Rp15.450/kg namun WD dengan penawaran tertinggi Rp15.308/kg.
- Harga TBS Sawit Sumut Terkoreksi, CPO Turun di Bursa Malaysia (16 April 2026)
- Harga CPO Naik 1,06% di Tengah Isu Distribusi Minyakita (22 April 2026)
- Harga CPO Turun, Produksi Stabil, Dampak Eksportasi di Pasar Sawit Indonesia (8 April 2026)
- Pendapatan CSRA Melesat, Ekspor CPO Naik 26% di 2026 (20 April 2026)
KPBN juga mencatat harga lain pada Kamis: FOB Boom Baru Palembang Rp15.500/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.310/kg; FOB IPP Pagun/Parba Kalbar Rp15.300/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.177/kg; serta loco PKS Kembayan Rp15.200/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.077/kg.
Untuk produk turunan, KPBN melaporkan CPKO FOB Lampung Rp33.171/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp31.200/kg; sementara harga PK tercatat loco PKS R.Dua Rp13.990/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp13.715/kg dan loco PKS T. Lebar Rp13.989/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp8.888/kg.
Pergerakan di Bursa Malaysia Derivatives dipengaruhi oleh faktor eksternal: Reuters melaporkan pelemahan harga minyak nabati di bursa Chicago dan Dalian serta penguatan ringgit Malaysia yang menekan kontrak CPO untuk pengiriman Oktober 2026 turun RM42/ton menjadi RM4.577 (setara US$1.124,29) per metrik ton pada pukul 02.40 GMT.
Perbedaan antara harga tender fisik KPBN dan harga berjangka menonjol; pasar domestik di pelabuhan-pelabuhan utama menunjukkan harga franconya berada di kisaran Rp15.200–Rp15.650/kg, sedangkan pasar global diukur Bursa Malaysia berada di level RM4.577/ton, mencerminkan spread yang dipengaruhi biaya logistik, kualitas, dan faktor mata uang.
Data tender KPBN juga menunjukkan sejumlah penarikan (WD) pada penawaran fisik sejumlah pelabuhan, yang menandai adanya penyesuaian likuiditas penjual di pasar lokal pada hari tersebut; beberapa lokasi PKS melaporkan penawaran tertinggi yang lebih rendah dibanding harga pembukaan.
Untuk konteks waktu dekat, Reuters mencatat kontrak acuan Oktober 2026 sebagai rujukan pasar berjangka, sedangkan KPBN menyediakan harga fisik untuk pengiriman dan pengambilan di pelabuhan lokal pada periode tender 16 Juli 2026; tidak ada pernyataan kebijakan ekspor atau perubahan pungutan yang dilaporkan dalam bahan sumber.
Sumber: