Harga CPO KPBN Naik Tipis, Kontrak Bursa Malaysia Melemah Tapi Catat Kenaikan Mingguan Kedua

Seorang pekerja pelabuhan anonim berdiri membelakangi kamera mengawasi pemuatan drum CPO ke kapal kargo. Latar dermaga, crane, kapal, dan tumpukan drum menggambarkan aktivitas ekspor minyak sawit.
(2026/07/18) Harga CPO KPBN tercatat naik Rp50/kg ke Rp15.700/kg sementara kontrak acuan Bursa Malaysia turun RM24/ton ke RM4.582/ton.
(2026/07/18) Harga CPO PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) naik Rp50 per kg menjadi Rp15.700/kg pada Jumat (17/7/2026), sedangkan kontrak acuan Bursa Malaysia Derivatives untuk pengiriman Oktober turun RM24 per ton ke RM4.582 per metrik ton.
Pergerakan domestik dan internasional berjalan berlawanan pada hari yang sama; tender KPBN menunjukkan kenaikan tipis harga di pasar lokal, sementara perdagangan di Bursa Malaysia melemah dipengaruhi oleh tekanan di pasar minyak nabati global, khususnya penurunan harga di Bursa Komoditas Dalian.
Dari rincian tender KPBN, harga Franco Belawan ditetapkan Rp15.700/kg dan Franco Tanjung Priok dibuka pada Rp15.700/kg namun tercatat Withdraw (WD) dengan penawaran tertinggi Rp15.665/kg. FOB Talang Duku dibuka Rp15.500/kg dan mengalami Withdraw dengan penawaran tertinggi Rp15.446/kg, sementara beberapa lokasi lain seperti FOB Boom Baru Palembang dan FOB IPP Pagun/Parba Kalbar juga menunjukkan status WD dengan rentang penawaran tertinggi antara Rp15.316–15.446/kg.
- Harga Sawit Riau Meningkat, CPO Jadi Penopang Ekspor di 2026 (14 April 2026)
- Harga TBS Sawit Sumut Terkoreksi, CPO Turun di Bursa Malaysia (16 April 2026)
- Harga CPO dan TBS Sawit Turun, Minyak Goreng Rentan Naik di Pasar (24 April 2026)
- Harga TBS Sawit Menguat di Berbagai Daerah, CPO Sentuh Rp14.072 per kg (11 Juni 2026)
Data tender juga menunjukkan Loco PKS Parindu & Ngabang serta Loco PKS Kembayan masing-masing dibuka pada Rp15.350/kg dan Rp15.250/kg dengan penawaran tertinggi Rp15.316/kg dan Rp15.216/kg. Untuk produk turunan, tercatat FOB Palembang untuk CPKO tercatat pada Rp33.472/kg (WD) dengan penawaran tertinggi Rp31.500/kg.
Di pasar berjangka internasional, Reuters melaporkan kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Oktober 2026 di Bursa Malaysia Derivatives turun RM24 per ton atau sekitar 0,52% menjadi RM4.582 per ton (US$1.123,59). Meski melemah pada sesi itu, kontrak acuan mencatat kenaikan mingguan sebesar 1,53% untuk pekan kedua berturut-turut, menunjukkan tekanan jangka pendek namun tren mingguan yang masih positif.
Perbedaan sinyal antara pasar lokal dan bursa berjangka mencerminkan dinamika penawaran-permintaan pada tingkat rantai pasok: tender KPBN mencatat penawaran dan WD di beberapa titik serah yang mempengaruhi harga lokal, sedangkan pergerakan di Bursa Malaysia terpengaruh oleh sentimen kelapa sawit dan minyak nabati global yang dipicu oleh data perdagangan dan harga di Dalian.
Katalis yang perlu dipantau ke depan meliputi perkembangan harga minyak nabati di Dalian, aktivitas tender domestik berikutnya, dan laporan mingguan stok serta ekspor yang dapat memengaruhi arah kontrak berjangka. Kontrak acuan yang tercatat naik 1,53% mingguan tetap menjadi indikator yang diacu pelaku pasar saat menilai prospek harga dalam beberapa pekan ke depan.
Sumber: