PASPI: Harga CPO Bisa Menyentuh US$1.650–1.720, Produksi Tertekan El Nino dan Kebutuhan B50 Meningkat

Tungkot Sipayung, tokoh PASPI, membahas tantangan dan peluang industri kelapa sawit Indonesia dalam wawancara mendalam.
(2026/09/01) PASPI memperkirakan harga CPO 2027 di US$1.650–1.720 per ton seiring penurunan produksi akibat El Nino dan kenaikan konsumsi untuk B50.
(2026/09/01) Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung memperkirakan harga crude palm oil (CPO) dunia pada 2027 berada di kisaran US$1.650-US$1.720 per ton.
Proyeksi kenaikan harga itu datang ketika PASPI memperkirakan produksi CPO global menurun, dari 85,4 juta ton pada 2025 menjadi 85,2 juta ton pada 2026 dan sekitar 83,6 juta ton pada 2027, sehingga pasar diperkirakan menghadapi excess demand yang lebih tinggi pada 2027 dibanding 2026.
PASPI juga memproyeksikan produksi CPO Indonesia turun dari 51,6 juta ton pada 2025 menjadi sekitar 49,2 juta ton pada 2026 dan sekitar 47,6 juta ton pada 2027, perubahan yang menurut Tungkot terkait dampak El Nino yang melanda sejak kuartal III-2026 dan diperkirakan berlanjut hingga kuartal II-2027.
- Harga CPO dan TBS Sawit Sumut Melemah di Tengah Penguatan CPO Global (15 April 2026)
- Harga Sawit Riau Meningkat, CPO Jadi Penopang Ekspor di 2026 (14 April 2026)
- Harga TBS dan CPO Menguat, Saham Perkebunan Sawit Melonjak (14 April 2026)
- Kemendag Tetapkan HR CPO September 2026 Naik ke 1.007,51 USD/MT; BK dan PE Disesuaikan (2 September 2026)
Tungkot menyatakan dampak El Nino pada produksi sawit Indonesia mulai terlihat pada kuartal IV-2026 dan dampak terbesarnya terjadi sepanjang 2027, sehingga ketersediaan CPO domestik dan volume ekspor berpotensi menyusut jika konsumsi dalam negeri meningkat sesuai rencana.
Pertambahan konsumsi domestik menjadi faktor penting lain: PASPI mencatat B50 yang dimulai 1 Juli 2026 membutuhkan sekitar 14 juta ton CPO pada 2026, kebutuhan CPO untuk pangan sekitar 10,2 juta ton, dan oleokimia sekitar 2,2 juta ton, sehingga total konsumsi domestik 2026 diperkirakan mencapai sekitar 26-27 juta ton dibandingkan sekitar 24,6 juta ton pada 2025.
Tungkot memperingatkan bahwa jika B50 diberlakukan penuh pada 2027, kebutuhan CPO untuk biodiesel diperkirakan mencapai sekitar 18 juta ton, angka yang akan mempersempit volume CPO yang tersedia untuk ekspor mengingat proyeksi produksi Indonesia sekitar 47,6 juta ton pada 2027.
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono disebutkan dalam salah satu laporan sebagai pihak yang menilai pergerakan harga CPO dipengaruhi tidak hanya oleh pasokan minyak sawit tetapi juga oleh pasokan minyak nabati lain, meskipun kutipan langsung Eddy tidak disertakan dalam sumber.
Penurunan produksi di negara produsen lain juga terlihat: PASPI mencatat produksi Malaysia diperkirakan turun dari sekitar 20,2 juta ton menjadi sekitar 19,5 juta ton pada 2026, yang memperkuat tekanan pasokan di pasar global apabila El Nino berlanjut.
Skenario yang digambarkan PASPI mengindikasikan kombinasi faktor suplai dan permintaan: penurunan produksi akibat El Nino dan peningkatan konsumsi domestik untuk program biodiesel mendorong potensi excess demand yang menjadi dasar proyeksi harga US$1.650–US$1.720 per ton pada 2027.
Dalam kaitannya dengan kebijakan domestik, PASPI menekankan bahwa prioritas pada pasokan minyak goreng rakyat (Minyakita) dan mandat biodiesel harus dikelola agar kebutuhan domestik tidak mengorbankan peluang devisa dari ekspor saat harga dunia naik, pernyataan yang disampaikan Tungkot kepada CNBC Indonesia.
Untuk kalender ke depan, PASPI menempatkan 2027 sebagai tahun dengan tekanan pasokan terbesar akibat dampak El Nino; proyeksi harga dan kebutuhan B50 pada 2027 menjadi indikator utama yang dipantau oleh pelaku pasar hingga kuartal II-2027 menurut analisis yang disampaikan Tungkot.
Sumber: