BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Dampak Penurunan Harga CPO dan TBS serta Inisiatif Pelestarian dalam Industri Kelapa Sawit Riau

22 Februari 2026|Penurunan Harga CPO dan TBS
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Dampak Penurunan Harga CPO dan TBS serta Inisiatif Pelestarian dalam Industri Kelapa Sawit Riau

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga CPO dan TBS di Riau mengalami penurunan signifikan, sementara keberhasilan pelestarian plasma nutfah dan pengelolaan lahan menjadi fokus industri.

Industri kelapa sawit di Riau menghadapi tantangan berat dengan penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) dan tandan buah segar (TBS) yang signifikan. Penurunan ini terjadi pada periode 12-18 Maret 2025, dengan harga CPO untuk mitra plasma menurun lebih dari Rp 200 per kilogram, dan harga TBS dari usia tanam 9 tahun turun Rp 23,91 per kilogram.

Menurut laporan dari Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga pembelian TBS milik petani mitra swadaya juga mengalami penurunan sebesar Rp 42,15 per kilogram. Penurunan harga ini tentu saja berdampak langsung pada pendapatan petani, terutama mengingat harga CPO dan TBS yang merupakan komoditas utama dalam sektor perkebunan kelapa sawit.

Rapat penetapan harga yang dilakukan oleh Dinas Perkebunan Riau menunjukkan bahwa penurunan harga tertinggi terjadi pada kelompok umur tanaman 9 tahun, yang menunjukkan dampak yang signifikan terhadap pendapatan petani. Dengan harga baru, TBS petani untuk periode satu minggu ke depan ditetapkan menjadi Rp 3.689,73 per kilogram, yang berlaku mulai Rabu mendatang.

Di tengah situasi yang menantang ini, keberhasilan dalam pelestarian plasma nutfah dan multifungsi perkebunan kelapa sawit di Riau patut dicatat. Perkebunan kelapa sawit tidak hanya berperan dalam aspek ekonomi, tetapi juga memiliki fungsi lingkungan yang penting. Paradigma yang melihat dampak lingkungan dari ekspansi perkebunan sawit sering kali mengabaikan fungsi lingkungan inheren yang dimiliki oleh perkebunan ini. Dalam hal ini, fungsi jasa lingkungan seperti penyerap karbon dan produksi oksigen menjadi sangat signifikan.

Dalam perkembangan lain, Kejaksaan Agung baru-baru ini menyerahkan lahan perkebunan sawit seluas 221 ribu hektare kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). Penyerahan lahan ini menjadi langkah penting dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang lebih baik, diharapkan dapat mendukung keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia.

Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, industri kelapa sawit di Riau perlu beradaptasi dan melakukan inovasi, baik dalam hal pengelolaan lahan maupun dalam strategi pemasaran. Pelestarian plasma nutfah dan pengelolaan lingkungan yang baik harus menjadi bagian integral dari praktik perkebunan, untuk memastikan keberlanjutan dan kebaikan bersama antara petani, lingkungan, dan industri.

Sumber:

  • Merosot Harga CPO Mitra Plasma dan Mitra Swadaya Riau pada Periode 12-18 Maret 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-03-11)
  • Segini Jumlah Harga TBS Mitra Swadaya Riau Periode 12 -18 Maret 2025 โ€” Media Perkebunan (2025-03-11)
  • Harga TBS Mitra Plasma Periode 12 โ€“ 18 Maret 2025 Turun Rp 23,91 per Kg โ€” Sawit Indonesia (2025-03-11)
  • Keberhasilan Perkebunan Kelapa Sawit Dalam Pelestarian Plasma Nutfah โ€” Sawit Indonesia (2025-03-11)
  • Kejagung Serahkan 221 Ribu Hektare Kebun Sawit Sitaan ke BUMN โ€” SINDOnews (2025-03-11)