Dampak Penurunan Harga CPO terhadap Petani dan Pasar Kelapa Sawit

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Penurunan harga Crude Palm Oil (CPO) yang signifikan di pasar internasional berdampak langsung terhadap pendapatan petani kelapa sawit dan harga Tandan Buah Segar (TBS) di Indonesia.
Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami penurunan yang signifikan di pasar dalam negeri dan internasional, memberikan dampak yang luas pada industri kelapa sawit di Indonesia. Pada tanggal 28 April 2025, PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) Inacom mengumumkan terjadi penurunan harga penawaran tertinggi CPO menjadi Rp13.955/kg, turun 2,68% dari harga sebelumnya yang mencapai Rp14.339/kg. Penurunan ini juga tercermin dalam harga kontrak minyak sawit di Bursa Malaysia yang mengalami tekanan yang sama, membuat pelaku pasar cemas akan kelanjutan tren ini.
Penurunan harga CPO ini tidak hanya berdampak pada nilai jual minyak sawit, tetapi juga berimbas pada harga Tandan Buah Segar (TBS) yang diterima oleh petani. Data dari Dewan Pimpinan Pusat APKASINDO menunjukkan bahwa harga TBS mengalami penurunan, dengan rata-rata harga petani sawit pada periode 21 hingga 27 April 2025 adalah sebesar Rp3.189/kg. Meskipun Provinsi Sumatera Barat masih menjadi yang tertinggi dengan harga Rp3.630/kg, namun tetap mengalami penurunan yang signifikan dibandingkan dengan periode sebelumnya.
Situasi ini semakin memicu aksi protes dari sejumlah petani kelapa sawit di Bengkulu. Mereka mendatangi kantor gubernur untuk menuntut kepastian harga TBS yang sesuai dengan kesepakatan. Wakil Gubernur Mian sebelumnya mengumumkan harga TBS sebesar Rp3.134 per kilogram, namun kenyataannya harga yang diterima petani masih jauh di bawah angka tersebut, yaitu berkisar antara Rp2.600 hingga Rp2.800 per kilogram. Aksi unjuk rasa ini mencerminkan ketidakpuasan petani terhadap situasi harga yang merugikan mereka.
- Harga TBS Sawit Sumut Mencapai Rp4.059,20 per Kg pada Awal April 2026 (3 April 2026)
- Harga Sawit di Sumbar dan PT Bensuli Salam Makmur Meningkat di Akhir Maret 2026 (30 Maret 2026)
- Harga CPO Tembus Level Tertinggi 15 Bulan, TBS Riau Dekati Rp4.000 (31 Maret 2026)
- Harga CPO Naik Dorong Laba Cisadane Sawit Raya dan Saham Perkebunan Menguat (28 Maret 2026)
Di tengah ketidakpastian harga CPO dan TBS, pasar saham juga menunjukkan tanda-tanda fluktuasi. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penguatan, menambah optimisme di kalangan investor setelah catatan positif dari emiten minyak sawit seperti PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) yang diperkirakan akan membagikan dividen jumbo. TAPG mencatatkan laba yang signifikan, mencapai Rp3,12 triliun, yang merupakan peningkatan 94% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, meskipun ada emiten yang menunjukkan kinerja positif, ancaman penurunan harga CPO tetap menjadi perhatian utama. Para pedagang di pasar global juga memprediksi bahwa harga minyak mentah tidak akan mengalami kenaikan signifikan dalam waktu dekat, seiring dengan ketidakpastian yang melanda pasar akibat perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang terus berlanjut.
Dengan situasi yang terus berubah ini, petani kelapa sawit di Indonesia dihadapkan pada tantangan yang lebih besar, baik dari segi harga maupun kebijakan pasar. Penurunan harga CPO dan TBS menjadi sinyal peringatan bagi para pemangku kepentingan untuk mencari solusi yang berkelanjutan demi kesejahteraan petani dan stabilitas industri kelapa sawit nasional.
Sumber:
- Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Senin (28 per 4), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Menurun โ Info Sawit (2025-04-28)
- Penurunan Harga CPO Berdampak Ke Harga TBS Kelapa Sawit โ Sawit Indonesia (2025-04-28)
- Harga Komoditas: Minyak Mentah Naik Tipis, Nikel Anjlok 1,74 Persen โ Kumparan (2025-04-28)
- Jangan Kelewatan! 5 Emiten Ini Diramal Kasih Cuan Dividen Jumbo โ CNBC (2025-04-28)
- Petani Sawit Tagih Janji Wagub Bengkulu yang Ancam Tutup Pabrik CPO jika Abaikan Kesepakatan Harga โ Kompas (2025-04-28)
- Daftar Saham Cuan Pekan Ini, Ada Perbankan hingga Pertambangan โ CNN (2025-04-28)