Dinamika Harga Kelapa Sawit dan Ekspor Indonesia di Akhir 2024

Petani sedang memanen tandan buah segar (TBS) sawit di perkebunan kelapa sawit Indonesia.
Harga kelapa sawit di Riau menunjukkan fluktuasi menjelang akhir tahun, di tengah penurunan nilai ekspor Indonesia yang dipicu oleh kondisi ekonomi global.
Menjelang akhir tahun 2024, sektor kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan dan peluang yang saling berinteraksi. Harga Tandan Buah Segar (TBS) dan minyak sawit mentah (CPO) menunjukkan dinamika yang menarik di tengah penurunan nilai ekspor yang terjadi di bulan November lalu.
Nilai ekspor Indonesia pada November 2024 tercatat sebesar US$24,01 miliar, mengalami penurunan sebesar 1,70 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh kondisi global yang beragam, di mana negara mitra dagang utama seperti Amerika Serikat dan Jepang menunjukkan pertumbuhan industri yang negatif. Sebaliknya, Tiongkok dan India mencatatkan pertumbuhan positif, menciptakan ketidakseimbangan yang mempengaruhi permintaan terhadap produk ekspor Indonesia, termasuk kelapa sawit.
Di tengah situasi ini, harga kelapa sawit di Riau mengalami fluktuasi. Berdasarkan keputusan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, harga TBS untuk periode 18 hingga 24 Desember 2024 ditetapkan sebesar Rp3.840,63 per kg. Penetapan harga ini menunjukkan penurunan tipis sebesar Rp5,01 per kg atau 0,13 persen dari minggu sebelumnya. Hal ini menjadi perhatian bagi petani, terutama bagi mereka yang tergabung dalam kemitraan plasma, yang sangat bergantung pada harga tersebut untuk kelangsungan usaha mereka.
- Kelapa Sawit Indonesia: Permintaan Global dan Tantangan Harga di Tengah Ketegangan Internasional (23 Februari 2026)
- Ekspor Minyak Sawit Indonesia Meningkat, Tanda Pemulihan Sektor Perdagangan (23 Februari 2026)
- Tren Ekspor dan Harga CPO Sawit Indonesia di Tengah Tantangan Global (23 Februari 2026)
- Ekspor Sawit RI Diproyeksikan Tembus 32 Juta Ton pada 2025 (31 Maret 2026)
Sementara itu, dalam hasil tender yang digelar oleh PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) pada 17 Desember 2024, harga CPO mengalami penurunan signifikan. Meskipun sebelumnya harga CPO sempat naik tipis, kini harga di Pelabuhan Dumai merosot dan berakhir dengan withdraw (WD), menunjukkan bahwa pasar masih bergejolak dan belum stabil. Ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh produsen dalam mempertahankan harga di tengah fluktuasi pasar yang terus berubah.
Namun, tidak semua berita buruk mengenai harga kelapa sawit. Dalam rapat penetapan harga yang dilakukan oleh tim Dinas Perkebunan, terdapat kabar baik bahwa harga TBS kelapa sawit mitra swadaya mengalami kenaikan. Untuk periode yang sama, harga TBS ditetapkan sebesar Rp3.799 per kg, dengan kenaikan tertinggi pada kelompok umur 9 tahun, yang meningkat sebesar Rp14,04 per kg atau 0,37 persen dibandingkan minggu lalu. Kenaikan ini memberikan harapan bagi petani swadaya yang mungkin merasakan dampak positif dari perubahan harga tersebut.
Secara keseluruhan, meskipun sektor kelapa sawit menghadapi tantangan di pasar ekspor global, terdapat juga sinyal-sinyal positif di tingkat harga domestik yang dapat memberikan dukungan bagi petani dan industri. Dengan adanya penetapan harga yang lebih baik di tingkat lokal, diharapkan dapat membantu mengatasi dampak dari fluktuasi harga internasional dan memberikan stabilitas bagi para pelaku usaha di sektor ini.
Sumber:
- Penurunan Nilai Ekspor November 2024: Sektor Industri Pengolahan Jadi Penyebab Utama โ Info Sawit (2024-12-17)
- Kelapa Sawit Mitra Plasma Minggu Ini Dihargai Rp3.840 per Kg โ Media Center Riau (2024-12-17)
- Hasil Tender PT KPBN Periode 17 Desember 2024: CPO WD, CPKO Deal Sebagian โ Media Perkebunan (2024-12-17)
- Kabar Gembira! Harga TBS Kelapa Sawit Naik Signifikan Tembus Rp 3.799,00 per Kg โ Media Center Riau (2024-12-17)