BeritaSawit.id
๐Ÿ“Š Memuat data pasar...
Harga CPO & PKO

Dinamika Harga Sawit dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Petani

23 Februari 2026|Dinamika Harga Sawit
Bagikan:WhatsAppXLinkedIn
Dinamika Harga Sawit dan Dampaknya Terhadap Ekonomi Petani

Harga TBS kelapa sawit di Indonesia mengalami penurunan, terlihat dari buah sawit yang menumpuk rendah kualitas.

Harga tandan buah segar sawit mengalami penurunan, sementara ekspor minyak sawit meningkat, menciptakan ketidakpastian bagi petani di Indonesia.

Harga tandan buah segar (TBS) sawit di Provinsi Sumatra Utara (Sumut) kembali mengalami penurunan pada awal Mei 2025, kini berada di angka Rp3.560,95 per kilogram. Penurunan ini mencerminkan gejolak harga minyak sawit global yang terus berfluktuasi dan mempengaruhi daya beli petani. Analis pasar dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Sumut menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan akibat dari penurunan harga minyak sawit mentah (CPO) lokal dan acuan yang sempat mencapai Rp14.800 per liter awal April, namun kini merosot menjadi Rp13.913,76 per liter.

Di sisi lain, nilai tukar petani (NTP) yang mencerminkan daya beli petani juga mengalami penurunan. Pada April 2025, NTP tercatat di angka 121,06 atau turun 2,15% dibanding bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh penurunan indeks harga yang diterima petani sebesar 1,35%, sementara indeks harga yang dibayar petani meningkat. Komoditas utama yang berkontribusi pada penurunan ini termasuk kelapa sawit dan gabah, menciptakan tantangan bagi petani dalam mempertahankan kesejahteraan mereka.

Sementara itu, meskipun harga TBS sawit mengalami penurunan, sektor pajak di Provinsi Riau menunjukkan tren positif. Penerimaan pajak Riau hingga Maret 2025 mencapai Rp3,12 triliun, didorong oleh kenaikan harga TBS sawit yang berkontribusi signifikan terhadap pemasukan pajak dari sektor pertanian. Kepala Kanwil DJP Riau mencatat bahwa harga rata-rata TBS sawit di Riau pada Maret 2025 mencapai Rp2.860,6 per kilogram, memberikan angin segar bagi pendapatan pajak daerah.

Dalam konteks ekspor, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) melaporkan bahwa ekspor minyak sawit Indonesia pada Februari 2025 meningkat sebesar 43% dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun produksi sawit domestik mengalami penurunan 1%. Kenaikan ekspor ini mencakup tujuan utama seperti India dan China, menunjukkan adanya permintaan global yang kuat meskipun kondisi produksi dalam negeri tidak sejalan. Direktur Eksekutif GAPKI menekankan bahwa meski ekspor meningkat, tantangan dalam produksi tetap menjadi perhatian, dan perlu ada upaya untuk menjaga keseimbangan antara keduanya.

Namun, di tengah situasi ini, harga referensi CPO untuk bea keluar pada Mei 2025 juga mengalami penurunan, berada di angka USD 924,46 per metrik ton, lebih rendah 3,86% dari periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan dampak dari perubahan kebijakan dan fluktuasi pasar yang terus mempengaruhi industri sawit.

Meski menghadapi tantangan, pemerintah tetap optimis terhadap daya saing minyak sawit Indonesia di pasar internasional. Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara III menyatakan bahwa minyak sawit memiliki keunggulan komparatif yang sulit disaingi, terutama dari sisi produktivitas dan biaya. Dengan total produksi minyak nabati global yang mencapai 228 juta ton, minyak sawit menyumbang sekitar 34% dari total tersebut, menegaskan posisi strategis Indonesia di pasar global.

Secara keseluruhan, dinamika harga sawit yang fluktuatif dan tantangan yang dihadapi petani menciptakan kenyataan yang kompleks. Diperlukan sinergi antara kebijakan pemerintah, industri, dan petani untuk memastikan masa depan yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi sektor kelapa sawit di Indonesia.

Sumber:

  • Harga TBS Sawit Sumut Hari Ini 2 Mei 2025 Terkoreksi ke Rp3.560,95 per Kg โ€” Bisnis Indonesia (2025-05-02)
  • Nasib Petani RI Harga Kelapa-Cabai Mahal, NTP April Turun 2,15% โ€” CNBC (2025-05-02)
  • Harga Minyak Mentah Melesat Imbas Rencana Tarif Sekunder AS ke Iran โ€” Kumparan (2025-05-02)
  • Harga Sawit Naik, Setoran Pajak Riau Tembus Rp3,12 Triliun โ€” Bisnis Indonesia (2025-05-02)
  • Ekspor Sawit di Februari Naik 40 Persen, Produksi Turun 1 Persen โ€” Sawit Indonesia (2025-05-02)
  • Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Jumat (2 per 5), Harga Minyak Sawit di Bursa Malaysia Naik Tipis โ€” Info Sawit (2025-05-02)
  • Harga Referensi CPO Turun Pada Periode Mei 2025 โ€” Sawit Indonesia (2025-05-02)
  • Dirut PTPN Optimistis Minyak Sawit Tetap Kompetitif di Tengah Perang Tarif โ€” Hortus (2025-05-02)