GAPKI Dukung Program PSR dengan Tumpang Sari Padi Gogo-Sawit

Foto aerial menunjukkan kebun sawit yang luas di Indonesia, menyoroti perkembangan industri kelapa sawit yang pesat.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menginisiasi program tumpang sari padi gogo-sawit dalam Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat.
Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menunjukkan komitmen kuatnya terhadap keberlanjutan industri kelapa sawit dengan mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian RI. Dalam langkah awal ini, GAPKI melaksanakan kegiatan penanaman simbolis padi gogo-sawit di Desa Telagasari, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu, 24 April 2024.
Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, menyatakan bahwa kegiatan penanaman perdana ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan peremajaan sawit rakyat melalui kemitraan yang dibangun oleh GAPKI. Program PSR yang dijalankan melalui jalur kemitraan bertujuan untuk membantu petani meremajakan kebun sawit yang sudah tua, rusak, dan tidak produktif, sehingga dapat kembali memberikan hasil yang optimal.
GAPKI juga menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan lahan, salah satunya melalui penerapan pola tumpang sari antara padi gogo dan kelapa sawit. Melalui pendekatan ini, diharapkan tidak hanya produktivitas kebun sawit yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan petani yang terlibat dalam program ini. Dengan adanya padi gogo sebagai tanaman pendamping, petani diharapkan dapat memperoleh hasil panen yang lebih beragam dan meningkatkan pendapatan mereka.
- BPDPKS dan Varietas Topaz Dukung Peningkatan Perkebunan Sawit (25 Maret 2026)
- Lampung Siap Eksekusi Replanting Sawit Seluas 800 Hektare di 2026 (4 April 2026)
- Kekurangan Boron pada Kelapa Sawit dan Dosis Ideal untuk Meningkatkan Produktivitas (3 April 2026)
- Kondisi Perkebunan Kelapa Sawit di Indonesia: Tantangan dan Peluang Maret 2026 (30 Maret 2026)
Inisiatif ini juga menjadi perhatian di tengah tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit, termasuk isu keberlanjutan dan dampak lingkungan. Dengan mengintegrasikan pertanian padi gogo dalam praktik budidaya sawit, GAPKI berharap dapat memberikan solusi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Dengan dukungan penuh dari GAPKI dan kolaborasi dengan para petani, program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi sektor kelapa sawit, tetapi juga bagi masyarakat di sekitar lokasi penanaman. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat petani sawit.
Sumber:
- Bertepatan dengan PSR: Langkah Awal Penanaman dan Pertanian Tumpang Sari — Hai Sawit (2024-04-25)